Asuhan Keperawatan Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran Pada Ny. A di Ruang XII RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang

Posted: March 14, 2011 in Keperawatan (D3)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Era globalisasi dalam memperoleh kesempatan mendapatkan lapangan pekerjaan semakin sempit serta makin lamanya krisis ekonomi di negara kita secara tidak langsung mempengaruhi cara berfikir maupun cara bertindak bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, terutama golongan menengah ke bawah dalam menghadapi masalah. Bagi orang yang berfikir positif dan tidak terlalu pesimis menghadapi masalah yang muncul, mungkin tidak akan mudah mengalami stress dalam menghadapi masalahnya, tetapi bagi orang yang labil dan mudah putus asa akan berat menghadapinya. Apabila dalam mengatasinya dalam jangka waktu yang panjang dan juga tidak didukung oleh pengobatan secara optimal, maka akan sangat mempengaruhi kesehatan jiwa seseorang. Gangguan jiwa yang terjadi di Indonesia pada umumnya adalah skizofrenia Skizofrenia adalah gangguan mental yang cukup luas dimana sekitar 99% pasien di RS jiwa di Indonesia adalah penderita skizofrenia. Angka kejadian Skizofrenia diseluruh dunia diperkirakan 0,2 – 0,8 % setahun ( Maramis, 1998). Sedangkan di Amerika Serikat angka kejadiannya adalah 1 per 1000 orang penduduk ( Kusuma, 1997).
Gejala-gejala skizofrenia mengalami penurunan fungsi atau ketidakmampuan dalam menjalani hidupnya sangat terlambat produktifitasnya dan nyaris terputus relasinya dengan orang lain ( Arif, 2006 ).
Salah satu gejala umum Skizofrenia adalah halusinasi. Halusinasi ada beberapa macam dan salah satunya adalah halusinasi akustik (Rasmun, 2001). Klien dengan halusinasi akustik sering kali mendengar suara-suara yang langsung ditujukan pada klien dan biasanya isi suara tersebut tidak menyenangkan, bersifat menghina dan menuduh.
Gejala yang muncul pada klien halusinasi adalah sering mendengar suara-suara dari luar baik jelas ataupun tidak jelas. Gejala tersebut sangat khas dalam penampilannya dan merupakan satu gangguan yang sangat kompleks ditemukan. Apabila gejala tersebut tidak mendapat penanganan secara baik, maka akan sangat beresiko munculnya gangguan dalam diri seseorang khususnya resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan. Seseorang akan merasa bahwa halusinasinya itu nyata sehingga klien menolak untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya ( Stiadi, 2006 ).
Berdasarkan masalah diatas, dalam meningkatkan kemampuan seseorang untuk berfikir secara realita dan nyata tentang dampak klien yang mengalami halusinasi akustik apabila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat akan mengakibatkan timbulnya resiko mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungannya sehingga, diperlukan penanganan khusus. Hal ini dikarenakan klien tidak bisa membedakan antara yang nyata dan tidak nyata. Klien merasa bahwa halusinasinya itu nyata dan klien akan menolak berhubungan dengan orang lain dan lingkungan sekitar yang nyata. Peran, fungsi dan tanggung jawab perawat adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan jiwa, memulihkan, dan melaksanakan program rehabilitasi. Peran perawat dalam menghadapi klien halusinasi adalah membina hubungan saling percaya melalui pendekatan terapeutik dan membantu klien menghadirkan realita. Dari uraian diatas maka penulis mengambil kasus pasien “Asuhan Keperawatan Pada Klien dengan Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi pendengaran”.

B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan umum
Mendiskripsikan asuhan keperawatan pada Ny. A dengan gangguan persepsi sensori : halusinasi akustik di Ruang XII Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Aminoto Gondohutomo Semarang.
2. Tujuan Khusus
2.1. Menggambarkan hasil pengkajian keperawatan pada Ny. A dengan gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran.
2.2. Menggambarkan hasil analisa data asuhan keperawatan pada Ny. A dengan gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran.
2.3. Mengidentifikasi diagnosa keperawatan yang muncul pada Ny. A dengan gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran.
2.4. Merencanakan intervensi keperawatan pada Ny. A dengan gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran.
2.5. Menggambarkan hasil implementasi dan evaluasi yang dilakukan pada Ny. A dengan gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran.
C. Sistematika Penulisan
Dalam penyusunan laporan pengelolaan kasus ini terdiri atas 5 BAB sebagai berikut :
BAB I Pendahuluan meliputi latar belakang masalah, tujuan penulisan dan sistematika penulisan.
BAB II Tinjauan Teori terdiri atas pengertian, jenis-jenis halusinasi, penyebab, tentang, respon neurobiologi, manifestasi klinik, mekanisme koping, masalah keperawatan, pohon masalah, diagnosa keperawatan, fokus intervensi.
BAB III Tinjauan Kasus berisi tentang resume pengelolaan kasus dimulai dari kajian, analisa data, rencana tindakan, implementasi dan evaluasi yang dibentuk dalam bentuk narasi.
BAB IV Pembahasan menjawab tujuan penulisan tercapai, termasuk kesenjangan-kesenjangan yang ditemukan selama melakukan asuhan keperawatan mulai dari pengkajian sampai evaluasi.
BAB V Kesimpulan dan saran terdiri atas kesimpulan pengelolaan kasus dan saran operasional untuk meningkatkan kualitas keperawatan.
Daftar Pustaka
Lampiran

 

DOWNLOAD KOMPLET : BAB1-5, DTR-PSTK

kes (4)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s