KEEFEKTIVAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS PADA SISWA KELAS II SEMESTER 1 SMP N 10 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2004/2005

Posted: March 15, 2011 in Matematika

BAB I
PENDAHULUAN

A. Alasan Pemilihan Judul
Proses belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan komunikasi antara
siswa dengan guru. Proses belajar mengajar dikatakan efektif apabila terjadi
transfer belajar yaitu materi pelajaran yang disajikan guru dapat diserap ke dalam
struktur kognitif siswa. Siswa dapat mengetahui materi tersebut tidak hanya
terbatas pada tahap ingatan saja tanpa pengertian (rote learning) tetapi bahan
pelajaran dapat diserap secara bermakna (meaning learning). Agar terjadi transfer
belajar yang efektif, maka kondisi fisik dan psikis dari setiap individu siswa harus
sesuai dengan materi yang dipelajarinya. Dalam proses belajar mengajar
matematika selalu melibatkan siswa secara aktif untuk mengembangkan
kemampuannya dalam berpikir rasional, kritis, dan kreatif.
Matematika yang bersifat deduktif aksiomatik dan berangkat dari hal-hal
yang abstrak, cenderung sulit diterima dan dipahami oleh siswa. Konsep
matematika tersusun secara hierarkis, yang berarti bahwa dalam mempelajari
matematika konsep sebelumnya yang menjadi prasyarat harus benar-benar
dikuasai agar dapat memahami konsep selanjutnya. Oleh karena itu penyajian
materi perlu mendapat perhatian guru.
Dalam pembelajaran di sekolah guru hendaklah memilih dan
menggunakan strategi pendekatan, metode dan teknik yang banyak melibatkan
siswa aktif dalam belajar, baik mental, fisik, maupun sosial.
Menurut petunjuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah,
penerapan strategi yang dipilih dalam pembelajaran matematika harus bertumpu
pada dua hal yaitu optimalisasi interaksi semua unsur pembelajaran, dan
optimalisasi keterlibatan seluruh indra siswa.
Menurut Monks, Knoers dan Siti Rahayu dalam Dimyati (1999: 25) dari
segi perkembangan anak telah memiliki tujuan sendiri pada usia masih muda
(pubertas) dan dewasa muda. Pada usia tersebut siswa telah sadar dan memiliki
rasa tanggung jawab. Siswa SMP berada pada usia pubertas. Dari segi
pembelajaran, maka sadar diri dan rasa tanggung jawab tersebut perlu ditanamkan.
Dengan kata lain siswa SMP secara perlahan perlu dididik agar memiliki rasa
tanggung jawab dalam belajar dan membuat program belajar dengan tujuan
belajar sendiri. Siswa perlu dididik untuk menjalankan program dan mencapai
tujuan belajar sendiri
Belajar dengan pengajaran kelompok kecil membuat siswa belajar lebih
kreatif dan mengembangkan sifat kepemimpinan pada siswa serta dapat
memenuhi kebutuhan siswa secara optimal. Linda Lundgren dalam Muslimin
Ibrohim (2000: 17) menyatakan ”Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pembelajaran kooperatif memiliki dampak positif untuk siswa yang rendah hasil
belajarnya.”
Hal ini disebabkan pembelajaran kooperatif memanfaatkan kecenderungan
siswa untuk berinteraksi. Terdapat beberapa macam (tipe) pembelajaran
kooperatif, diantaranya tipe STAD dan JIGSAW II. Untuk mengetahui efektifitas
kedua tipe pembelajaran kooperatif tersebut pada siswa SMP diperlukan adanya
penelitian.
Di SMP N 10 Semarang model pembelajaran yang digunakan pada mata
pelajaran matematika masih menggunakan pembelajaran konvensional. Menurut
pengamatan hasil belajar matematika pada pokok bahasan kuadrat dan akar
kuadrat masih belum memuaskan, untuk itu perlu diadakan penelitian khususnya
pembelajaran matematika pada pokok bahasan teorema Pythagoras agar hasil
belajarnya meningkat.
Untuk mengetahui pembelajaran mana yang lebih baik, maka dilakukan
penelitian yang berjudul KEEFEKTIVAN MODEL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE STAD DAN JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR
MATEMATIKA POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS PADA
SISWA KELAS II SEMESTER 1 SMP N 10 SEMARANG TAHUN
PELAJARAN 2004/2005.

B. Permasalahan
Masalah yang akan diteliti pada penelitian ini adalah:
1. apakah ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema
Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe
STAD, siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II,
dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional;
2. jika ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema
Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe
STAD, siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II,
dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional, maka:
a. apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran
kooperatif tipe STAD lebih baik daripada siswa yang dikenai
pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa
SMP kelas II; xviii
b. apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran
kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada siswa yang dikenai
pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa
SMP kelas II;
c. manakah yang lebih baik hasil belajar matematika antara siswa yang
dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model
pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II pada pokok bahasan teorema
Pythagoras siswa SMP kelas II .

C. Penegasan Istilah
1. Keefektivan
Efektif adalah ada pengaruhnya atau dapat membawa hasil.
Keefektivan adalah keberhasilan tentang suatu usaha atau tindakan. (Kamus
Besar bahasa Indonesia,1993:219)
Keefektivan yang dimaksudkan pada judul di atas bahwa dalam penelitian ini
hasil belajar dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan JIGSAW II lebih
baik dari pada hasil belajar kelas dengan pembelajaran konvensional.
2. Pembelajaran, yakni suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa,
sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik.
Sedangkan menurut aliran kognitif, pembelajaran adalah cara guru
memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir agar mengenal dan
memahami apa yang dapat dipelajari apa yang sedang terjadi.
(Darsono, 2000: 24)
Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran dengan metode ekspositori
dimana guru lebih banyak berperan.
3. Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif adalah suatu strategi belajar dimana siswa belajar
dalam kelompok kecil dengan tingkat kemampuan yang berbeda.
Dalam menyelesaikan tugas kelompok setiap anggota saling bekerja sama dan
membatu untuk memahami suatu bahan pembelajaran. Selama kerja kelompok,
tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi dan saling
membantu teman sekelompok mencapai ketuntasan.(Slavin dalam Hermin
Budiningrati, 1998;11)
4. Pembelajaran Kooperaif Tipe STAD
Student Team Achievement Division (STAD) merupakan tipe pembelajaran
yang paling sederhana sebuah model yang bagus untuk memulai bagi seorang
guru yang baru untuk menggunakan pendekatan kooperatif.
5. Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW II
Pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II merupakan model pembelajaran
dimana siswa belajar berkelompok / tim yang beranggotakan 4 atau 5 orang
siswa yang heterogen kemampuannya. Dalam pembelajaran ini siswa
digolongkan dalam dua kelompok yaitu kelompok asal dan kelompok ahli.
Masing masing anggota kelompok asal bertemu dalam kelompok ahli untuk
membahas materi yang ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok
dimana guru sebelumnya tidak menjelaskan tentang materi tersebut. Setelah
pembahasan dalam kelompok ahli selesai kemudian tiap siswa kembali ke
kelompok semula (asal) dan menjelaskan pada teman sekelompoknya untuk
mencapai ketuntasan materi.

6. Hasil Belajar Matematika
Hasil belajar matematika adalah hasil belajar yang diperoleh dari perubahan
tingkah laku berkat pengalaman dan latihan yang berupa penguasaan
pengetahuan dan keterampilan dalam pelajaran matematika.
(Darsono, 2000: 27)
7. Pembelajaran Konvensional
Menurut percivel F dan Ellington H ( terjemahan Sudjarwo,1998:19)
pendekatan yang berorientasi pada guru adalah pendidikan yang konvensional
dimana hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan oleh guru.
Berdasarkan kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa guru memegang
peranan utama dalam menentukan isi dan proses belajar, termasuk dalam
menilai kemajuan belajar siswa. Pada penelitian ini, pembelajaran
konvensional adalah pembelajaran dengan menggunakan metode ekspositori.
8. Teorema Pythagoras
Teorema Pythagoras adalah bagian dari materi geometri SLTP yang banyak
menuntut siswa untuk dapat menemukan prinsip dan menggunakan teorema itu
dalam menyelesaikan soal-soal bangun datar, bangun ruang, atau masalah
dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penelitian ini teorema Pythagoras
merupakan salah satu pokok bahasan yang terdapat dalam mata pelajaran
matematika bagi SLTP kelas II semester I.

D. Tujuan Dan Manfaat
1. Tujuan
a. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar
matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai
model pembelajaran kooperatif tipe STAD, siswa yang dikenai model
pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II, dan siswa yang dikenai
pembelajaran konvensional. xxi
b. Jika ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema
Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe
STAD, siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW
II, dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional, maka:
1. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar
matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe
STAD lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran
konvensional pada pokok bahasan teorema pythagoras siswa SMP kelas
II;
2. penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar matematika
siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih
baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok
bahasan teorema pythagoras siswa SMP kelas II;
3. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah yang lebih baik hasil
belajar matematika antara siswa yang dikenai model pembelajaran
kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW
II pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas II.

2. Manfaat
Hasil dari kegiatan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk,
a. memberikan alternatif model pembelajaran pokok bahasan teorema
Pythagoras;
b. menumbuhkan semangat kerjasama, karena dalam model pembelajaran
kooperatif keberhasilan individu merupakan tanggung jawab kelompok; xxii
c. meningkatkan motivasi dan daya tarik siswa terhadap mata pelajaran
matematika;
d. memberi bekal mahasiswa calon guru matematika siap melaksanakan tugas
di lapangan sesuai kebutuhan lapangan (stakeholder).

E. Sistematika Penulisan Skripsi
Secara garis besar sistematika skripsi ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:
bagian awal skripsi, bagian isi skripsi, dan bagian akhir skripsi.
Bagian awal skripsi ini berisi halaman judul, abstrak, lembar pengesahan,
motto dan persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel dan daftar lampiran.
Bagian isi skripsi terdiri dari 5 bab, yaitu:
Bab I : Pendahuluan, berisi: Alasan Pemilihan Judul, Permasalahan, Penegasan
Istilah, Tujuan, Manfaat Penelitian, serta Sistematika Penulisan Skripsi.
Bab II: Landasan Teori, berisi: Matematika Sekolah, Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe STAD dan JIGSAW II, Pembelajaran Konvensional,
Teori Belajar dan Hasil Belajar Matematika, Teorema Pythagoras,
Kerangka Berpikir, Hipotesis Penelitian. xxiii
Bab III: Metode Penelitian, berisi: Metode Penentuan Obyek Penelitian, Variabel
Penelitian, Prosedur Pengumpulan Data, Alat Pengumpul Data, Teknik
Pengumpulan Data, Analisis Instrumen, Metode Analisis Data.
Bab IV: Hasil Penelitian dan Pembahasan, berisi : Hasil-Hasil Penelitian dan
Pembahasan.
Bab V : Penutup, berisi: Simpulan dan Saran.
Bagian akhir skripsi berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran.

 

DOWNLOAD FILE FULL = BAB1-5-DP

nes (539)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s