FAKTOR-FAKTOR YANG MENDUKUNG SESEORANG UNTUK MEMILIH PENGGUNAAN KB SUNTIK DMPA DI BALAI PENGOBATAN EKA SAKTI SEMARANG

Posted: March 16, 2011 in Keperawatan (S1)

ABSTRAK

Sarana utama program KB adalah alat kontrasepsi. Salah satunya adalah kontrasepsi suntik DMPA. Akan tetapi faktor-faktor yang mendukung metode kontrasepsi DMPA yaiti factor umur, paritas, tingkat pendidikan, sumber informasi, dukungan keluarga, dan social budaya.
Tujuan untuk menggambarkan pemilihan alat kontrasepsi berdasarkan umur, paritas, tingkat pendidikan, sumber informasi, dukungan keluarga, dan sosial budaya
Di balai Pengobatan Eka Sakti Semarang.
Metode yang digunakan adalah deskriptif explorative. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dengan jumlah responden 62 oarang.
Hasil menggambarkan hampir 50% umur akseptor > 30 tahun, factor paritas menggambarkan 43,5% adalah paritas dengan 2 kali melahirkan, factor tingkat pendidikan mayoritas SD yaitu 48,3%. Faktor sumber informasi 56,5% memperoleh informasi dari petugas kesehatan. 56,5% berpendapatan 500.000-1.500.000,- rata-rata pengeluaran yaitu 500.00-1.500.000,-. Dari 62 (100%)responden keluarga mendukung adanya program KB suntik di Balai Pengobatan Eka Sakti. Dan masyarakat mendukung juga adanya KB suntik DMPA yaitu hasilnya 100%.
Saran sehingga diperlukan pengetahuan mengenai efek samping dan pemilihan kontrasepsi yang sesuai untuk akseptor. Serta pengetahuan bagi bidan dan perawat dalam segala hal yang berkaitan dengan keluarga berencana melalui pendidikan dan pelatihan.

Kata kunci: kontrasepsi, DMPA, factor-faktor.

==============================================================

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui demikian, untuk mengoptimalisasi manfaat kesehatan KB, pelayanan tersebut harus disediakan bagi wanita dengan cara menggabungkan dan memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan reproduksi utama dan yang lain. Juga responsif terhadap berbagai tahap kehidupan reproduksi wanita. Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita.1
Banyak wanita merasakan kesulitan menentukan pilihan kontrasepsi. Tidak hanya karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia, tetapi juga karena metode-metode tersebut mungkin tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan individual, dan seksualitas wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi. Dalam memilih suatu metode, wanita harus menimbang berbagai faktor, termasuk status kesehatan mereka, efek samping potensial suatu metode, konsekuensi terhadap kehamilan yang tidak diinginkan, besarnya keluarga yang diinginkan, kerjasama pasangan, dan norma budaya mengenai kemampuan mempunyai anak.2
Setiap metode mempunyai kelebihan dan kekurangan. Namun demikian, meskipun telah mempertimbangkan untung rugi semua kontrasepsi yang tersedia, tetap saja terdapat kesulitan untuk mengontrol fertilitas secara aman, efektif, dengan metode yang dapat diterima, baik secara perseorangan maupun budaya pada berbagai tingkat reproduksi. Tidaklah mengejutkan apabila banyak wanita merasa bahwa penggunaan kontrasepsi terkadang problematis dan mungkin terpaksa memilih metode yang tidak cocok dengan konsekuensi yang merugikan atau tidak menggunakan metode KB sama sekali.
Sarana utama program KB adalah alat kontrasepsi. Untuk kelancaran pelaksanaan program, maka penyediaan alat kontrasep¬si dalam jumlah yang lebih memadai, dengan mutu yang lebih baik dan peningkatan penyalurannya terus diupayakan. Sehubungan dengan itu, maka pola penyediaan alat kontrasepsi telah diman¬tapkan dari tingkat nasional sampai tingkat desa dan pedukuhan/ sub desa. Dengan demikian penyediaan sarana program KB baik jenis, jumlah maupun ketetapan waktu dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan.
Kontrasepsi hormonal (Progesteron) terkadang menimbulkan gangguan menstruasi darah yang keluar sedikit dan tidak teratur. Hal itu tidak berbahaya bagi kesehatan. Maka, alternatif lain adalah menggunakan suntik KB. Sama-sama hormonal. Hanya saja suntik KB memiliki ‘masa suntik’ bervariasi. Ada per satu bulan. Ada pula per tiga bulan.3
Kontrasepsi suntik adalah obat pencegah kehamilan yang pemakaiannya dilakukan dengan jalan menyuntikkan obat tersebut pada wanita subur. Obat ini berisi Depo Medorxi Progesterone Acetate (DMPA). Penyuntikan dilakukan pada otot (intra muskuler) di bokong (gluteus) yang dalam atau pada pangkal lengan (deltoid).4
Dari studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti diperoleh data yang ada dibalai pengobatan Eka Sakti semarang tahun 2006 jumlah akseptor KB aktif 525 ( 100% )orang dari total PUS (1.252 ) yang memakai suntikan : 404 ( 76,95 %). Suntikan dibagi menjadi 2 yaitu suntikan 1 bulan (cyclo) 92 (19,8%), suntik 3 bulan (DMPA) yaitu 312 (57,14%), MOW : 15 (37, 8%) , MOP: -( 0% ), implant : 3 (1, 19%), pill: 58 ( 11, 04% ), kondom : 25 ( 9, 92% ), IUD : 20 (7, 93 %).(5)
Metode kontrasepsi yang banyak dipilih oleh akseptor KB di Balai Pengobatan Eka Sakti Semarang salah satunya adalah KB suntik Depo Medroksi Progesteron Asetat / DMPA ( 57,14 % ). Karena akseptor menilai ada banyak keuntungan dari metode ini antara lain : Efektivitas tinggi karena angka kegagalan rendah, Reversibilitas tinggi karena kembali segera setelah pemakain dihentikan, Tidak menghambat produksi ASI, Praktis karena tidak di pakai setiap hari seperti oral pil sehingga resiko lupa jarang, Murah dan mudah di jangkau.
Sehubungan dengan kondisi di atas maka peneliti tertarik untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang mendukung seseorang untuk memilih penggunaan KB suntik DMPA.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang, maka peneliti dapat merumuskan masalah faktor – faktor yang mendukung seseorang untuk memilih penggunaan suntik KB DMPA menurut umur, paritas, tingkat pendidikan, informasi, tingkat ekonomi, dukungan keluarga,sosial budaya di Balai Pengobatan Eka Sakti Semarang.

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui faktor – faktor yang mendukung seseorang untuk memilih penggunaan suntik DMPA menurut umur, paritas, tingkat pendidikan, informasi, tingkat ekonomi, dukungan keluarga, dan sosial budaya di BP Eka Sakti Semarang.
2. Tujuan Khusus
a. Menggambarkan pemilihan alat kontrasepsi suntik DMPA berdasarkan umur.
b. Menggambarkan pemilihan alat kontrasepsi berdasarkan paritas.
c. Menggambarkan pemilihan alat kontrasepsi berdasarkan tingkat pendidikan.
d. Menggambarkan pemilihan alat kontrasepsi berdasarkan informasi
e. Menggamvarkan pemilihan alat kontrasepsi berdasarkan dukungan keluarga.
f. Menggambarkan pemilihan alat kontrasepsi berdasarkan tingkat ekonomi.
g. Menggambarkan pemilihan alat kontrasepsi berdasarkan sosial budaya.

D. Mamfaat Penlitian
Manfaat yang di harapkan dari penelitian ini antara lain :
1. Bagi instansi terkait
Diharapkan hasil penelitian ini dapat di pakai oleh para pengelolanya untuk menentukan strategi perencanaan dan jenis/ metode/ tehnik penyampaian yang paling sesuai untuk perubahan perilaku masyarakat dalam upaya pemilihan alat kontrasepsi yang sesuai.
2. Bagi institusi pendidikan keperawatan
Memberikan masukan/ informasi mengenai pengetahuan masyarakat tentang faktor – faktor yang mendukung seseorang untuk memilih penggunaan KB suntik DMPA.
3. Bagi peneliti
Meningkatkan pengetahuan dan pengalaman langsung bagi penulis dalam melaksanakan penelitian serta mengaplikasikan berbagai teori dan konsep yang didapatkan dalam bangku kuliah ke dalam bentuk penelitian.

 

DOWNLOAD FILE KOMPLET :    BAB1-5
kes (87)

About these ads
Comments
  1. icha lala says:

    kutipan refrensi nya knp gak di masukkan??

  2. budishmily says:

    refensi ada di dalamnya ,,,download dulu,,,,trus buka refensinya ada di dalam gan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s