HUBUNGAN KOMUNIKASI BIDAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN IBU HAMIL DALAM MENDAPAT PELAYANAN ANC DI RB BUAH HATI KEDUNGMUNDU SEMARANG TAHUN 2007

Posted: March 16, 2011 in Kebidanan (D3)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Visi pembangunan kesehatan yang dinyatakan dalam “Indonesia Sehat 2010” merupakan reformasi dibidang kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Adapun visi yang ingin dicapai adalah masyarakat, Bangsa dan Negara yang ditandai dengan penduduknya hidup dalam lingkungan dan berperilaku hidup sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki kesehatan yang setinggi-tingginya (Castro, toto. 2004).

Salah satu syarat yang paling penting dalam pelayanan kesehatan adalah pelayanan yang bermutu. Suatu pelayanan dikatakan bermutu apabila memberikan kepuasan kepada pasien. Kepuasan pasien dalam menerima pelayanan kesehatan mencakup beberapa dimensi, salah satu diantaranya adalah kelancaran komunikasi antara petugas kesehatan (termasuk bidan) dengan pasien. Hal ini berarti pelayanan kesehatan bukan hanya pengobatan secara medis saja melainkan juga berorientasi pada komunikasi karena komunikasi sangat penting dan berguna bagi pasien (Resnani, 2002).

Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2003 sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup. Di Jawa Tengah Angka Kematian Ibu pada tahun 2005 berdasarkan hasil Survei Kesehatan Daerah sebesar 252 per 100.000 kelahiran hidup (Dinkes, 2005).

Salah satu pilar Safe Motherhood adalah pelayanan antenatal untuk mencegah adanya komplikasi obstetric bila mungkin dan ditangani secara memadai. Salah atu tenaga kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam peningkatan mutu pelayanan kebidanan adalah bidan. Pelayanan yang diberikan bidan salah satunya adalah Antenatal Care yang bermutu (Prawirohardjo, 2002).

Setiap wanita hamil menghadapi resiko komplikasi yang bisa mengancam jiwanya. Oleh karena itu, setiap wanita hamil memerlukan sedikitnya empat kali kunjungan selama periode antenatal yaitu satu kali kunjungan selama trimester I dan II, dan dua kali kunjungan pada trimester III. Pada setiap kunjungan antenatal tersebut, perlu didapatkan informasi penting (Saefudin, 2002).

Apabila ibu hamil melakukan perawatan kehamilan secara teratur maka akan mendapatkan keuntungan yaitu mendapatkan informasi penting dan mengetahui keadaan janin dengan lebih jelas, dan akan mengetahui kondisi fisiknya, riwayat kehamilannya, perkiraan persalinan, tanda bahaya pada kehamilan, petunjuk agar ibu dan bayinya sehat, serta tanda-tanda persalinan (Depkes RI).

Komunikasi baik antara bidan dengan ibu hamil sangat mempengaruhi kepuasan ibu hamil dalam mendapat pelayanan oleh bidan. Sehingga dapat diperoleh rasa saling percaya antara bidan dan pasien. Hal ini dapat dilakukan dengan cara setelah melakukan perawatan kehamilan, bidan mendengarkan dengan penuh perhatian apabila ada keluhan dari penderita menanggapi dengan baik apabila ada pertanyaan (Saefudin, 2002).

Dalam memantau program kesehatan ibu, dewasa ini digunakan indikator cakupan yaitu cakupan K1,cakupan K4, dan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan dan cakupan kunjungan neonatal atau nifas. Untuk itu sejak tahun 1990-an digunakan alat pantau berupa PWS KIA (Pemantau Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak), yang mengikuti program kesehatan ibu dapat diperoleh setiap tahun dari semua populasi (profil,2004).

Secara nasional cakupan K1 adalah 84,11% dan cakupan K4 adalah 65,75%. Sedangkan cakupan K1 di Semarang tahun 2005 adalah 99,3% dan cakupan K4 adalah 89,32%. Setelah melakukan survey pendahuluan di RB Buah Hati Kedungmundu Semarang pada bulan maret 2007 didapatkan cakupan K1 41,7% dan cakupan K4 45%, pada bulan april 2007 cakupan K1 43,3% dan cakupan K4 46,7%, sedangkan pada bulan mei cakupan K1 33,3% dan cakupan K4 51,7%. Berdasarkan uraian diatas banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien. Salah satunya adalah komunikasi bidan dalam memberikan pelayanan ANC ada kemungkinan berhubungan dengan tingkat kepuasan ibu hamil dalam mendapatkan pelayanan ANC. Dari studi pendahuluan di RB Buah Hati Semarang diperoleh hasil bahwa kunjungan ibu hamil mengalami kenaikan dan penurunan pada tiap bulannya yang kemungkinan ada kaitannya dengan tingkat kepuasan pasien terhadap komunikasi bidan dalam memberikan pelayanan.

B. Rumusan masalah

Dari latar belakang tersebut diatas penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut : Apakah ada hubungan antara komunikasi bidan terhadap tingkat kepuasan ibu hamil dalam mendapatkan pelayanan ANC di RB Buah Hati.

C. Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :

1. Umum

Untuk mengetahui hubungan antara komunikasi bidan terhadap tingkat kepuasan Ibu hamil dalam mendapatkan pelayanan ANC pada ibu hamil di RB Buah Hati Kedungmundu Semarang.

2. Khusus

a. Untuk mengetahui komunikasi bidan dalam memberikan pelayanan ANC di RB Buah Hati Kedungmundu Semarang.

b. Untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan ANC di RB Buah Hati Kedungmundu Semarang.

c. Untuk mengetahui hubungan komunikasi bidan terhadap tingkat kepuasan ibu hamil dalam mendapat pelayanan ANC di RB Buah Hati Kedungmundu Semarang.

D. Manfaat

1. Bagi profesi bidan

Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan sekaligus sebagai bahan perencanaan peningkatan pelayanan kesehatan yang lebih bermutu.

2. Bagi institusi

Hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman bagi peserta didik mengaenai komunikasi bidan terhadap tingkat kepuasan ibu hamil dalam mendapat pelayanan Antenatal Care.

3. Bagi Ibu Hamil

Diharapkan ibu hamil merasa puas terhadap komunikasi bidan dalam memberikan pelayanan ANC sehingga dapat meningkatkan kunjungan dalam memeriksakan kehamilannya.

4. Bagi peneliti

Hasil penelitian ini dapat dijadikan pengalaman nyata dan tak terlupakan bagi peneliti tentang komunikasi bidan dalam pelayanan ANC di RB Buah Hati.

 

DOWNLOAD FILE KOMLET :    BAB1-5, KUESIONER

kes (81)

About these ads
Comments
  1. Erin says:

    keaslian penelitian, abstrak dan riwayat hidup kenapa tidak dicantumkan?

  2. hany says:

    judulnya bagus,,,
    jadi pengen ngadopsi tentang mutu pelayanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s