FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DIARE PADA 2 SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN TIRTO KABUPATEN PEKALONGAN

Posted: March 21, 2011 in Kesehatan Masyarakat

ABSTRAK

Latar Belakang : Angka kejadian diare masih tinggi namun cakupan penemuan diare masih rendah padahal angka kesakitan dan kematian akibat diare cukup tinggi. Cakupan penemuan di Jawa Tengah hanya sebesar 37,11 % dari target cakupan yang harus dicapai yaitu sebanyak 1.154.031 kasus diare. Sedangkan di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan yang meliputi 16 desa, dari data profil kesehatan tahun 2005 menunjukkan bahwa kasus diare merupakan 10 besar penyakit dan menduduki urutan ketiga dengan jumlah kasus sebanyak 584 kasus, dari golongan kurang dari 1 tahun terdapat 10 % kasus diare, dari golongan kurang dari 4 tahun 41 % kasus diare, lebih dari 5 tahun 49 % kasus diare. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor lingkungan, gizi, kependudukan, pendidikan, keadaan sosial ekonomi dan perilaku masyarakat yang secara langsung atau tidak langsung memperngaruhi penyakit diare(4).
Tujuan Penelitian : untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare.
Metode Penelitian : jenis penelitian ini adalah korelatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 2 SD di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa dari 2 SD di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan yaitu MI Pacar dan SDN Pacar dengan jumlah populasi 468 siswa pada bulan Maret 2006. Sampel adalah sebagian siswa dari 2 SD di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan yang menderita diare sebanyak 80 siswa. Adapun teknik pengambilan sampelnya dengan menggunakan teknik Proporsional Random Sampling.
Hasil : Dari uji hipotesis chi square didapatkan ada hubungan sumber air dengan kejadian diare p = 0,032 (< 0,05), ada hubungan kepemilikan jamban dengan kejadian diare p = 0,000 (< 0,05), ada hubungan status gizi dengan kejadian diare p = 0,014 (< 0,05), ada hubungan imunisasi campak dengan kejadian diare p = 0,001 (< 0,05), ada hubungan kebiasaan jajan dengan kejadian diare p = 0,041 (< 0,05), ada hubungan kebiasaan cuci tangan dengan kejadian diare p = 0,000 (< 0,05), dan ada hubungan tingkat pendapatan perkapita dengan kejadian diare p = 0,045 (< 0,05). Sedangkan faktor tingkat pendidikan tidak ada hubungan dengan kejadian diare p = 0,121 (< 0,05) dan status pekerjaan ibu tidak ada hubungan dengan kejadian diare p = 0,455 (< 0,05).
Kesimpulan : ada hubungan yang bermakna antara sumber air, kepemilikan jamban, status gizi, imunisasi campak, kebiasaan jajan, kebiasaan cuci tangan, dan tingkat pendapatan perkapita dengan kejadian diare. Sedangkan faktor tingkat pendidikan dan status pekerjaan ibu tidak ada hubungan dengan kejadian diare.

Kata kunci : kejadian diare.

=====================================================

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penyakit diare pada anak usia muda tampaknya makin sering dijumpai di berbagai negara tropis, khususnya di daerah perkotaan yang kotor dan padat(1). Sampai saat ini penyakit diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan utama dari masyarakat di Indonesia. Dari daftar urutan penyebab kunjungan Puskesmas, hampir selalu termasuk dalam kelompok 3 penyebab utama bagi masyarakat yang berkunjung ke puskesmas. Angka kesakitannya adalah sekitar 200 – 400 kejadian diare di antara 1000 penduduk setiap tahunnya. Dengan demikian di Indonesia dapat ditemukan penderita diare sekitar 60 juta kejadian setiap tahunnya, sebagian besar (70 – 80%) dari penderita ini adalah anak-anak (+ 40 juta kejadian). Kelompok ini setiap tahunnya mengalami lebih dari satu kejadian diare. Sebagian dari penderita (1–2 %) akan jatuh ke daam dehidrasi dan kalau tidak segera ditolong 50- 60% diantaranya dapat meninggal. Hal inilah yang menyebabkan sejumlah 350.000 – 500.000 anak meninggal setiap tahunnya.(2)
Berdasarkan data profil kesehatan 2003, jumlah kasus diare di Jawa Tengah tahun 2003 berdasarkan laporan puskesmas sebanyak 420.587 sedangkan kasus diare di rumah sakit sebanyak 7.648 sehingga jumlah keseluruhan penderita yang terdeteksi adalah 428.235 dengan jumlah kematian sebanyak 54 orang (CFR = 0,13 %). Cakupan penemuan diare di Jawa Tengah hanya sebesar 37,11 % dari target cakupan yang harus dicapai yaitu sebanyak 1.154.031 kasus diare. Cakupan penemuan kasus diare yang dilaporkan puskesmas terbanyak terdapat di Kab. Magelang (100,6 %) sedangkan terendah di Kab. Karanganyar (1,3 %).(18)
Masih tingginya angka kesakitan dan kematian karena diare tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor lingkungan, gizi, kependudukan, pendidikan, keadaan sosial ekonomi dan perilaku masyarakat yang secara langsung atau tidak langsung memperngaruhi penyakit diare(4). Berdasarkan pada penelitian yang berhubungan dengan kejadian diare adalah : 1) faktor lingkungan yang terdiri dari jenis sumber air, kualitas air, mikrobiologi air, jenis jamban keluarga, jarak jamban kurang dari 10 meter, kepadatan hunian, 2) faktor perilaku higiene yang terdiri dari praktek cuci tangan sebelum makan, dan berak sembarang tempat, 3) faktor biologis, cara memasak/merebus air sebelum dihidangkan atau diminum, 4) faktor individu, tidak tahan terhadap jenis makanan tertentu, 5) faktor psikis, stress mental, panik, dan lain-lain.(2)
Di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan yang meliputi 16 desa, dari data profil kesehatan tahun 2005 menunjukkan bahwa kasus diare merupakan 10 besar penyakit dan menduduki urutan ketiga setelah malaria dengan jumlah kasus sebanyak 584 kasus, dari golongan kurang dari 1 tahun terdapat 10 % kasus diare, dari golongan kurang dari 4 tahun 41 % kasus diare, lebih dari 5 tahun 49 % kasus diare.
Penyakit diare juga sering diderita oleh anak SD. Di 2 SD Kecamatan Tirto Kab. Pekalongan sendiri terdapat 32 kasus pada bulan Maret. Hal itu dimungkinkan karena anak-anak pada jajan sembarangan. Anak usia sekolah dasar lebih sering jajan berupa es atau kue-kue. Tidak banyak anak yang memperoleh kesempatan mempunyai uang saku yang banyak, karena itulah mereka cenderung memilih jenis jajanan yang murah, biasanya makin rendah harga suatu barang atau jajanan makin rendah pula kualitasnya. Hal ini berakibat digunakannya bahan-bahan makanan yang kurang baik dan biasanya sudah tercemar oleh kuman. Itulah sebabnya anak-anak yang telah mulai suka jajan sering terkena penyakit diare. Penyakit ini sering terjadi pada anak usia sekolah termasuk anak usia sekolah dasar.(5)

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut :
“Faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian diare pada 2 SD di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan”.
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada 2 SD di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan.
2. Tujuan Khusus
a. Mendiskripsikan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare di 2 SD Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan (sumber air, kepemilikan jamban, gizi, imunisasi campak, kebiasaan jajan, kebiasaan cuci tangan sebelum makan, tingkat pendidikan, status pekerjaan, tingkat pendapatan perkapita).
b. Mendiskripsikan kejadian diare di 2 SD Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan.
c. Menganalisa hubungan sumber air dengan kejadian diare.
d. Menganalisa hubungan kepemilikan jamban dengan kejadian diare.
e. Menganalisa hubungan status gizi dengan kejadian diare.
f. Menganalisa hubungan imunisasi campak dengan kejadian diare.
g. Menganalisa hubungan kebiasaan jajan dengan kejadian diare.
h. Menganalisa hubungan kebiasaan cuci tangan sebelum makan dengan kejadian diare.
i. Menganalisa hubungan tingkat pendidikan dengan kejadian diare.
j. Menganalisa hubungan status pekerjaan dengan kejadian diare.
k. Menganalisa hubungan tingkat pendapatan keluarga dengan kejadian diare.

D. Manfaat Penelitian
1. Dinas Kesehatan
Sebagai bahan masukan bagi Dinas Kesehatan dan instansi terkait untuk menentukan kebijakan dalam program pemberantasan penyakit diare tentang angka kesakitan diare terutama di SD Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan.
2. Masyarakat
Hasil penelitian diharapkan menjadi informasi dan ilmu pengetahuan bagi masyarakat tentang perilaku sehat terutama dalam mencegah penyakit diare.

E. Bidang Ilmu
Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian dalam bidang ilmu kesehatan masyarakat, khususnya dalam bidang pemberantasan atau pengendalian diare.

=========================     DOWNLOAD BAB1-5 =========================

About these ads
Comments
  1. tia says:

    Nama Penelitinya siapa , pak admin ??? tolong di tampilkan
    terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s