PERBEDAAN STATUS GIZI BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN ASI NON EKSKLUSIF RAWAT JALAN DI PUSKESMAS PANDANARAN SEMARANG

Posted: March 21, 2011 in Keperawatan (S1)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Memberikan ASI eksklusif kepada bayi sampai berumur enam bulan saat ini masih rendah, yaitu kurang dari dua persen dari jumlah total ibu melahirkan. Itu terjadi karena pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI masih rendah, tata laksana rumah sakit yang salah dan banyaknya ibu yang mempunyai pekerjaan di luar rumah (Utami, 2005).
ASI sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak. Menurut penelitian, anak-anak yang tidak diberi ASI mempunyai IQ (Intellectual Quotient) lebih rendah tujuh sampai delapan poin dibandingkan dengan anak-anak yang diberi ASI secara eksklusif(Utami,2005).
Mengkonsumsi ASI bagi bayi merupakan hak anak yang hakiki. Anak-anak yang tidak diberi ASI secara eksklusif juga lebih cepat terjangkit penyakit kronis seperti kanker, jantung, hipertensi dan diabetes setelah dewasa. Kemungkinan anak menderita kekurangan gizi dan mengalami obesitas juga lebih besar (Dewi, 2005).
Selain pada anak, pemberian ASI juga sangat bermanfaat bagi ibu. ASI, selain dapat diberikan dengan cara mudah dan murah juga dapat menurunkan resiko terjadinya pendarahan dan anemia pada ibu, serta menunda kehamilan berikutnya (Utami, 2005).
ASI tidak perlu diragukan lagi merupakan makanan bagi bayi yang paling baik. Akan tetapi ada kalanya oleh suatu sebab, ibu harus menambah atau mengganti ASI dengan makanan lain. Banyaknya produksi ASI tergantung dari aktifita kelenjar susunya. Kadang-kadang seorang ibu yang sudah mempersiapkan diri untuk menyusui dengan makanan ekstra selama hamil, latihan jasmani dan beberapa minggu sebelum bayi dilahirkan mengurut-urut payudara, akan tetapi tidak dapat memproduksi ASI cukup atau tidak mengeluarkan ASI sama sekali (Irfan Hasuki, 2003).
Peneliti Ruowei seorang epidemiologist mengatakan sebagian besar bayi mendapatkan ASI hanya dalam bulan awal-awal saja, ketika bayi berumur dua atau tiga bulan tetapi kemudian menghentikannya ketika waktunya ibu kembali bekerja.
Dengan memberikan ASI/PASI sedini mungkin segera setelah bayi lahir, merupakan stimulasi dini terhadap tumbuh kembang anak (Soetjiningsih, 1995).
Pertumbuhan seorang anak bukan hanya sekedar gambaran perubahan antropometri (berat badan, tinggi badan atau ukuran lainnya) dari waktu ke waktu, tetapi lebih dari itu memberikan gambaran tentang perkembangan keadaan keseimbangan antara asupan (intake) dan kebutuhan (requirement) zat gizi ini disebut Status Gizi (Jahari, 2002).
Status gizi disebut seimbang atau gizi baik bila jumlah asupan nutrisi sesuai dengan yang dibutuhkan sedangkan status gizi tidak seimbang dapat dipersentasikan dalam bentuk gizi kurang, yaitu bila asupan gizi kurang dari yang dibutuhkan dan dalam bentuk gizi lebih yaitu bila asupan zat gizi melebihi zat kebutuhan. Dalam status gizi baik pertumbuhan sehat (bebas dari penyakit), sebaliknya bila dalam keadaan status gizi tidak seimbang pertumbuhan seorang anak akan terganggu. (Jahari, 2002)

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang tersebut diatas, masalah yang dapat dirumuskan dari penelitian ini yaitu “Apakah ada perbedaan status gizi pada bayi yang diberi ASI eksklusif dan non eksklusif di Puskesmas Pandanaran Semarang”.

C. Tujuan Penelitian
Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pemberian ASI eksklusif dan non eksklusif terhadap status gizi di Puskesmas Pandanaran Semarang.
Tujuan khusus dari penelitian ini adalah :
1. Mengukur status gizi bayi yang diberi ASI Eksklusif di Puskesmas Pandanaran Semarang
2. Mengukur status gizi bayi yang diberi ASI non eksklusif di Puskesmas Pandanaran Semarang.
3. Menganalisa perbedaan status gizi pada bayi yang diberi ASI eksklusif dan ASI non eksklusif di Puskesmas Pandanaran Semarang.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Bagi peneliti.
Dapat mengetahui apakah ada perbedaan pemberian ASI eksklusif dan non eksklusif terhadap status gizi.
2. Bagi Masyarakat
Dapat dijadikan sebagai ajuan untuk memberikan ASI eksklusif dan non eksklusif.
3. Bagi Instansi Terkait.
Dapat memberikan tambahan pengetahuan bagi puskesmas yang dapat digunakan dalam pemberian pelayanan kesehatan bagi klien.
4. Bagi Penelitian Lebih Lanjut.
Dapat dijadikan dasar penelitian lebih lanjut tentang pemberian makanan pada bayi.

E. Bidang Ilmu
Sesuai dengan lingkup keilmuan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian Keperawatan Anak, khususnya dalam tumbuh kembang Anak.

=========================    DOWNLOAD  BAB1-5 =========================

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s