HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, MOTIVASI DENGAN PRAKTEK PERAWATAN PAYUDARA SELAMA HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNTUR II

Posted: July 5, 2011 in Keperawatan (S1)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perawatan kesehatan masyarakat merupakan suatu bidang dalam keperawatan yang merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta aktif masyarakat (Effendy, 1998). Tujuan dari perawatan kesehatan masyarakat adalah memperoleh derajat kesehatan yang optimal bagi setiap individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Perawatan kesehatan tersebut lebih menekankan kepada upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan terhadap berbagai gangguan kesehatan dan keperawatan, dengan tidak melupakan upaya pengobatan dan perawatan serta pemulihan bagi yang sedang menderita penyakit maupun dalam kondisi pemulihan terhadap penyakit.
Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran perawatan kesehatan masyarakat adalah kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi terhadap masalah kesehatan, misal ibu hamil, ibu setelah melahirkan, ibu menyusui, ibu nifas, bayi, balita dan usia lanjut. Pada periode antenatal, ibu hamil harus dipersiapkan baik secara fisik maupun psikologis untuk merawat bayinya. Perawatan antenatal yang baik yaitu dengan memberikan perhatian yang khusus pada persiapan payudara serta putting susu dalam mengantisipasi permasalahan pemberian ASI pada bayi. Terdapat kesulitan psikologi maupun kesulitan fisik yang mencegah ibu menyusukan bayinya. Terdapat kesulitan psikologis maupun kesulitan fisik yang mencegah ibu menyusukan bayinya. Menurut Soetjiningsih (1997) bahwa persiapan psikologis ibu untuk menyusui pada saat kehamilan sangat berarti, karena keputusan atau sikap ibu yang positif harus sudah ada pada saat kehamilan atau bahkan jauh sebelumnya. Sikap ibu dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain adat atau kebiasaan atau kepercayaan menyusui di daerah masing-masing, pengalaman menyusui sebelumnya, pengetahuan tentang manfaat ASI, kehamilan diinginkan atau tidak. Dukungan dari perawat atau petugas kesehatan, teman atau kerabat dekat sangat dibutuhkan terutama pada ibu yang baru pertama kali hamil. Cara terbaik dalam mempersiapkan pemberian ASI adalah keadaan kejiwaan ibu yang sedapat mungkin tenang dan tidak menghadapi banyak masalah.
Pada ibu menyusui sering muncul masalah-masalah yang mengganggu proses laktasi, terutama terdapat pada ibu primipara. Menurut Soetjiningsih (1997) bahwa masalah-masalah yang sering terjadi pada ibu menyusui antara lain, puting susu nyeri atau lecet, ini merupakan masalah yang tersering dalam menyusui. Kebanyakan puting nyeri atau lecet disebabkan oleh kesalahan dalam teknik menyusui, yaitu bayi tidak menyusu sampai ke kalang payudara. Pembengkakan payudara dapat terjadi karena ASI tidak disusu dengan adekuat, sehingga ASI terkumpul pada sistem duktus yang mengakibatkan terjadinya pembengkakan. Kondisi puting yang masuk ke dalam (inversi) juga sering terjadi. Jika masalah-masalah ini tidak ditemukan selama kehamilan, laktasi akan sulit dilaksanakan khususnya hari ketiga dan keempat ketika payudara yang mengalami distensi menarik puting ke dalam dan membuatnya lebih mendatar. Sedangkan menurut Farrer (2001) bahwa kesulitan yang dapat timbul selama proses laktasi yaitu puting yang retak-retak, puting yang masuk ke dalam, mastitis infektif dan laktasi yang tidak memadahi oleh karena banyak sekali masalah yang dapat timbul selama proses menyusui, maka perlu dilakukan perawatan antenatal yang baik karena ASI berperan penting untuk membuat bayi sehat dan kuat.
Kesulitan-kesulitan yang timbul selama proses menyusui dapat dicegah lewat perawatan antenatal yang baik, yaitu dengan memberikan perhatian yang khusus pada persiapan payudara serta putting susu dalam mengantisipasi secara positif pemberian ASI pada bayi. Menurut Soetjiningsih (1997) bahwa keunggulan ASI perlu ditunjang oleh cara pemberian yang benar, misal pemberian segera setelah lahir (30 menit pertama bayi harus sudah disusukan), dan pemanfaatan kolostrum sehingga diperlukan usaha yang benar agar setiap ibu dapat menyusui sendiri bayinya. Untuk mengantisipasi terjadinya permasalahan pada saat menyusui, maka ibu perlu melakukan perawatan payudara secara dini pada umur kehamilan 7-8 bulan. Bila seorang ibu hamil tidak melakukan perawatan payudara dengan baik dan hanya melakukan perawatan setelah melahirkan atau setelah ada kesulitan menyusui, maka sering dijumpai kasus yang akan merugikan ibu dan bayi. Kasus yang sering terjadi antara lain ASI tidak keluar dan inilah yang sering terjadi, puting susu tidak menonjol sehingga bayi sulit menghisap, produksi ASI sedikit sehingga tidak cukup dikonsumsi bayi, infeksi pada payudara, payudara bengkak, dan muncul benjolan (Anwar, 2005, Perawatan Payudara Selama Hamil, ¶4, http://www.assyariah.com, diperoleh tanggal 18 September 2006). Oleh karena itu keluarga mempunyai peran penting untuk memberikan motivasi pada ibu untuk melakukan perawatan payudara sedini mungkin dan supaya ibu lebih siap untuk menyusui bayinya. Perawatan payudara sangat penting dilakukan selama hamil sampai masa menyusui, karena payudara merupakan satu-satunya penghasil ASI yang merupakan makanan pokok bayi yang baru lahir. Inilah karunia Allah yang sangat besar pada kaum wanita dimana ASI merupakan makanan paling cocok bagi bayi, komposisinya paling lengkap, dan tidak bisa ditandingi susu formula.
Permasalahan sebagaimana tersebut di atas juga banyak terjadi di wilayah kerja Puskesmas Guntur II. Dari data yang didapat dari Puskesmas Guntur II, pada bulan Oktober 2006 terdapat ibu melahirkan sebanyak 62 orang. Dari data tersebut, sebanyak 25 orang (40 %) mengeluh mengalami kesulitan dalam proses menyusui. Sedangkan pada bulan November 2006 terdapat ibu melahirkan sebanyak 65 orang dan 34 orang (46 %) ibu juga mengeluh mengalami kesulitan dalam proses menyusui. Petugas kesehatan mengatakan untuk mengatasi masalah tersebut, dengan menganjurkan ibu untuk merawat payudara dan memberi obat. Berdasarkan wawancara dengan petugas kesehatan, dikatakan bahwa ibu-ibu belum pernah diberikan penyuluhan kesehatan tentang perawatan payudara dan baru memberi anjuran ketika ada masalah pada payudara ibu pada saat menyusui. Menurut Notoatmodjo (1997) bahwa pendidikan merupakan behavioral investment ‘jangka panjang’. Hasil investment pendidikan kesehatan baru dapat dilihat beberapa tahun kemudian menghasilkan perubahan atau peningkatan pengetahuan masyarakat. Sedangkan pengetahuan akan berpengaruh kepada perilaku sebagai hasil jangka menengah (intermediate impact) dari pendidikan kesehatan. Dalam hal ini, petugas kesehatan mempunyai peran penting untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan payudara saat hamil sehingga ibu mempunyai pengetahuan dan sikap yang positif yang dapat menimbulkan motivasi untuk melakukan perawatan payudara.

B. Perumusan Masalah
Melakukan perawatan payudara saat hamil sangat penting untuk mempersiapkan payudara ibu agar dapat memproduksi ASI secara optimal demi memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Selain itu juga untuk mempersiapkan payudara dan puting susu agar siap untuk menyusui. Ibu hamil harus mengetahui cara merawat payudara selama hamil, karena selain bermanfaat untuk memproduksi ASI secara optimal, juga dapat mengantisipasi permasalahan yang mungkin timbul sehingga dapat menghambat proses menyusui. Selain itu, ibu juga dapat mengetahui secara dini permasalahan pada payudaranya, misal puting susu masuk ke dalam (inversi). Selama ini perawatan payudara saat hamil sering diabaikan oleh ibu-ibu di wilayah kerja Puskesmas Guntur II dan ibu-ibu baru melakukan perawatan payudara setelah mengalami kesulitan saat menyusui. Selain itu berdasarkan wawancara dengan petugas kesehatan bahwa belum ada pendidikan kesehatan tentang cara perawatan payudara selama hamil.
Sesuai dengan latar belakang diatas, sehingga penulis ingin mengetahui : “Apakah ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan praktek perawatan payudara selama hamil, sikap ibu dengan perawatan payudara selama hamil, motivasi ibu dengan praktek perawatan payudara selama hamil”.

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan praktek perawatan payudara selama hamil, sikap ibu dengan praktek perawatan payudara selama hamil, motivasi ibu dengan praktek perawatan payudara selama hamil.
2. Tujuan Khusus
a. Teridentifikasinya tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan payudara selama hamil.
b. Teridentifikasinya sikap ibu dalam perawatan payudara selama hamil.
c. Teridentifikasinya motivasi ibu tentang perawatan payudara selama hamil.
d. Teridentifikasinya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan praktek perawatan payudara selama hamil
e. Teridentifikasinya hubungan antara sikap ibu dengan praktek perawatan payudara selama hamil
f. Teridentifikasinya hubungan antara motivasi ibu dengan praktek perawatan payudara selama hamil

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Pengembangan IPTEK
Diperolehnya informasi tentang proporsi ibu hamil melakukan perawatan payudara selama hamil di wilayah kerja Puskesmas Gumtur II, serta faktor-faktor yang berhubungan dengan hal tersebut khususnya ditinjau dari tingkat pengetahuan, sikap, dan motivasi. Selain itu juga dapat memperluas khasanah pengetahuan tentang perawatan kebidanan, khususnya tentang perawatan payudara selama hamil.
2. Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai data dasar penelitian selanjutnya sehubungan dengan masalah perawatan payudara selama hamil agar ibu dapat mempersiapkan diri secara fisik dan psikis dalam menyambut kelahiran dan menyusui bayinya. Penelitian ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan bagi petugas kesehatan khususnya tentang perawatan payudara selama hamil.
3. Bagi Profesi Keperawatan
Bagi perawat sebagai bahan masukan untuk menindaklanjuti masyarakat dengan ibu hamil agar lebih memperhatikan perawatan payudara selama hamil. Penelitian ini juga bermanfaat untuk memberikan motivasi pada petugas kesehatan untuk melakukan pendidikan kesehatan kepada masyarakat.
4. Bagi Program Kesehatan
Sebagai bahan masukan untuk petugas kesehatan Puskesmas agar lebih memperhatikan antenatal care. Penelitian masuk dalam program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), sehingga diharapkan bermanfaat untuk menunjang keberhasilan program tersebut.
5. Bagi Keperawatan Komunitas atau Keluarga
Dapat menambah pengetahuan dan menimbulkan motivasi pada ibu hamil untuk melakukan perawatan payudara, dapat melakukan pencegahan terjadinya permasalahan dalam pemberian ASI, dan kesehatan ibu serta bayinya dapat terjamin.

E. Bidang Ilmu

Penelitian ini termasuk dalam bidang ilmu keperawatan maternitas di komunitas.

======================= DOWNLOAD BAB1-5-DP =======================

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s