Archive for the ‘Pendidikan PKn’ Category

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Salah satu tujuan Bangsa Indonesia adalah mewujudkan suatu
masyarakat adil dan makmur yang merata secara materiil maupun spiritual.
Disebutkan pula bahwa hakekat Pembanguan adalah pembangunan manusia
Indonesia seutuhnya dan masyarakat seluruhnya berdasarkan Pancasila dan
UUD 1945.
Tujuan dan hakikat tersebut akan tercapai bila didukung partisipasi
masyarakat dalam prosesnya, termasuk pembangunan bidang kesejahteraan
anak UU No. 6 Tahun 1974 tentang ketentuan-ketentuan pokok kesejahteraan
sosial menyebutkan usaha kesejahteraan sosial dilakukan bersama-sama oleh
Pemerintah dan masyarakat.
Krisis moneter yang berkepanjangan di Negara kita telah banyak
menyebabkan orang tua dan keluarga mengalami keterpurukan ekonomi
akibat pemutusan hubungan kerja atau kehilangan pekerjaan, menurunnya
daya beli serta harga bahan pokok yang melambung, sehingga keluarga tidak
mampu memenuhi hak dan kebutuhan anak. Akibat lebih jauh yaitu
banyaknya anak yang terpaksa harus meninggalkan orang tua, rumah dan
sekolah guna mengais atau mencari nafkah dijalanan sehingga mereka
menjadi anak terlantar yang putus sekolah karena ketiadaan biaya.

Dengan keadaan seperti ini maka anak-anak yang putus sekolah (Drop
Out) karena ketiadaan biaya maka mereka tidak dapat melanjutkan pendidikan
ke jenjang yang lebih tinggi sehingga banyaknya pengangguran dan anak anak
terlantar di kota Semarang akan lebih meningkat bahkan mereka juga dapat
menjadi anak jalanan yang hidup di jalan tanpa pengasuhan dan pengawasan
dari orang tua nya sendiri. Bagi anak-anak yang seperti itu langkah baiknya
mereka tetap dalam suatu lembaga sosial, misalnya mereka berada dalam
Panti Asuhan atau pun Lembaga Sosial yang dapat menjamin dan membantu
mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik. Panti asuhan ini dapat
membantu meningkatkan kesejahteraan anak dengan cara mengasuh,
mendidik, membimbing, mengarahkan, memberikan kasih sayang serta
memberikan ketrampilan-ketrampilan yang dapat menjadi bekal masa depan
anak-anak tersebut.
Negara, Pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua berkewajiban
dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak (Pasal
20 Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 2002 ). Jadi dari sini
jelas yang harus mengusahakan perlindungan terhadap anak adalah setiap
anggota masyarakat sesuai dengan kemampuan masing-masing, dengan
berbagai macam usaha dalam situasai dan kondisi tertentu termasuk anak
terlantar. Anggota masyarakat, Bangsa dan lembaga-lembaga kemasyarakatan
lainnya seperti panti asuhan juga ikut serta bertanggung jawab terhadap
perlindungan anak yang terlantar. (more…)

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Masalah
Mengacu pada Undang-Undang Dasar 1945 pasal 29 ayat 2 yang
menyebutkan bahwa “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk
memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan
kepercayaannya itu”. Menunjukkan bahwa penduduk Indonesia menganut
agamanya masing-masing, dalam arti penduduk Indonesia ber-Agama dan ber-
Ketuhanan Yang Maha Esa.
Secara umum mata pelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan mata
pelajaran yang dikembangkan dari ajaran-ajaran dasar yang terdapat dalam
Agama Islam. Ajaran-ajaran tersebut terdapat dalam Al-Quran dan Al-Hadis yang
tertuang dalam tiga kerangka dasar ajaran Islam, yaitu akidah, syariah dan akhak.
Akidah merupakan penjabaran dari konsep iman; syariah merupakan penjabaran
dari konsep Islam dan akhlak merupakan penjabaran dari konsep ihsan. Dari
ketiga prinsip dasar itulah berkembang berbagai kajian ke-Islaman, termasuk
kajian yang terkait dengan ilmu teknologi serta seni budaya. Mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam tidak hanya mengantarkan peserta didik untuk
menguasai berbagai ajaran Islam, tetapi yang terpenting adalah bagaimana peserta
didik dapat mengamalkan ajaran-ajaran itu dalam kehidupan sehari-hari. Mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam juga menekankan keutuhan dan keterpaduan
antara ranah kognitif, psikomotor dan afektifnya.Tujuan diberikannya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah untuk membentuk peserta didik yang
beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, memiliki pengetahuan yang luas
tentang Islam dan berakhalkul karimah. Oleh karena itu semua mata pelajaran
hendaknya seiring dan sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam. Mengenai tujuan akhir dari mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Umum adalah terbentuknya
peserta didik yang memiliki akhlak mulia (Depdiknas, 2003:2).
Tujuan inilah yang sebenarnya merupakan misi utama diutusnya Nabi
Muhammad SAW. Dengan demikian, pendidikan akhlak adalah jiwa dari
Pendidikan Agama Islam. Sejalan dengan ini maka semua mata pelajaran atau
bidang studi yang diajarkan haruslah mengandung muatan pendidikan akhlak dan
setiap guru haruslah memperhatikan akhlak atau tingkah laku peserta didiknya
baik terhadap Allah, yang diwujudkan dalam bentuk ibadah maupun terhadap
alam seisi-NYA termasuk manusia sebagai interaksi sosial yang diwujudkan
dalam bentuk muamalah. (more…)