HUBUNGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS XI SEMESTER I DI SMA AL-HIKMAH BENDA SIRAMPOG BREBES TP 2004/2005

Posted: March 13, 2011 in Pendidikan PKn

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Masalah
Mengacu pada Undang-Undang Dasar 1945 pasal 29 ayat 2 yang
menyebutkan bahwa “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk
memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan
kepercayaannya itu”. Menunjukkan bahwa penduduk Indonesia menganut
agamanya masing-masing, dalam arti penduduk Indonesia ber-Agama dan ber-
Ketuhanan Yang Maha Esa.
Secara umum mata pelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan mata
pelajaran yang dikembangkan dari ajaran-ajaran dasar yang terdapat dalam
Agama Islam. Ajaran-ajaran tersebut terdapat dalam Al-Quran dan Al-Hadis yang
tertuang dalam tiga kerangka dasar ajaran Islam, yaitu akidah, syariah dan akhak.
Akidah merupakan penjabaran dari konsep iman; syariah merupakan penjabaran
dari konsep Islam dan akhlak merupakan penjabaran dari konsep ihsan. Dari
ketiga prinsip dasar itulah berkembang berbagai kajian ke-Islaman, termasuk
kajian yang terkait dengan ilmu teknologi serta seni budaya. Mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam tidak hanya mengantarkan peserta didik untuk
menguasai berbagai ajaran Islam, tetapi yang terpenting adalah bagaimana peserta
didik dapat mengamalkan ajaran-ajaran itu dalam kehidupan sehari-hari. Mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam juga menekankan keutuhan dan keterpaduan
antara ranah kognitif, psikomotor dan afektifnya.Tujuan diberikannya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah untuk membentuk peserta didik yang
beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, memiliki pengetahuan yang luas
tentang Islam dan berakhalkul karimah. Oleh karena itu semua mata pelajaran
hendaknya seiring dan sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam. Mengenai tujuan akhir dari mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Umum adalah terbentuknya
peserta didik yang memiliki akhlak mulia (Depdiknas, 2003:2).
Tujuan inilah yang sebenarnya merupakan misi utama diutusnya Nabi
Muhammad SAW. Dengan demikian, pendidikan akhlak adalah jiwa dari
Pendidikan Agama Islam. Sejalan dengan ini maka semua mata pelajaran atau
bidang studi yang diajarkan haruslah mengandung muatan pendidikan akhlak dan
setiap guru haruslah memperhatikan akhlak atau tingkah laku peserta didiknya
baik terhadap Allah, yang diwujudkan dalam bentuk ibadah maupun terhadap
alam seisi-NYA termasuk manusia sebagai interaksi sosial yang diwujudkan
dalam bentuk muamalah.
Lebih jauh, akhlak bukan saja berfungsi sebagai pengendali diri secara
pribadi, tetapi juga sebagai standar untuk tinggi rendahnya suatu peradaban
manusia. Salah seorang penyair arab Syaqqy Bey mengemukakan :
“Kelestarian suatu bangsa tergantung pada akhlaknya, jika akhlaknya
runtuh, runtuh pula bangsa itu ” (M.K. Chisbullah:24).
Sejalan dengan itu, pendidikan yang mengarah pada budi pekerti atau
akhlak di Indonesia adalah Pendidikan Kewarganegaraan sebagai pendidikan yang
mempunyai peranan penting dalam membentuk warga negara yang baik sesuai dengan falsafah bangsa dan konstitusi negara Republik Indonesia. Secara garis
besar mata pelajaran Kewarganegaraan terdiri dari dimensi pengetahuan
kewarganegaraan (civics knowledge) yang mencakup bidang politik, hukum dan
moral, dimensi ketrampilan kewarganegaraan (civics skills) meliputi ketrampilan,
partisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dimensi nilai-nilai
kewarganegaraan (civics values) mencakup antara lain percaya diri, komitmen,
penguasaan atas nilai religius , norma dan moral luhur, nilai keadilan, demokratis,
toleransi, kebebasan individual, kebebasan berbicara, kebebasan pers, kebebasan
berserikat dan berkumpul dan perlindungan terhadap minoritas. Mata pelajaran
Kewarganegaraan merupakan bidang kajian interdipliner, artinya materi keilmuan
kewarganegaraan dijabarkan dari beberapa disiplin ilmu antara lain ilmu politik,
ilmu negara, ilmu tata negara, hukum sejarah, ekonomi, moral dan filsafat
(Depdiknas, 2003:2).
Dengan memperhatikan visi dan misi mata pelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan yaitu membentuk warga negara yang baik, maka selain
mencakup dimensi pengetahuan, karakteristik mata pelajaran Kewarganegaraan
ditandai dengan memberi penekanan pada dimensi sikap dan ketrampilan civics.
Jadi pertama-tama seorang warga negara perlu memahami dan menguasai
pengetahuan yang lengkap tentang konsep dan prinsip-prinsip politik, hukum dan
moral civics. Setelah menguasai pengetahuan, selanjutnya seorang warga negara
diharapkan memiliki sikap dan karakter sebagai warga negara yang baik dan
memiliki ketrampilan kewarganegaraan dalam bentuk ketrampilan berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ketrampilan menentukan posisi diri,
serta kecakapan hidup (life skills).
Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan antara lain yaitu :
“ Menanamkan nilai-nilai pancasila dan pola berpikir yang sesuai dengan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sehingga tumbuh keyakinan motivasi
dan kehendak untuk senantiasa sesuai dengan nilai-nilai atau norma Pancasila dan
Undang-Undang Dasar 1945 ” (Bambang Daroeso, 1989:52).

Orientasi kedua bidang studi tersebut adalah membentuk warga negara
yang baik dan memiliki akhlak mulia. Hal ini dapat dilihat dari dimensi nilai-nilai
kewarganegaraan (civics value) yang mencakup penguasaan atas nilai religius,
norma dan moral luhur dan mengamalkan ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupan
sehari-hari. Dengan demikian lulusan yang dihasilkan dalam Proses Belajar
Mengajar lebih berhasil guna.
Berdasarkan pada latar belakang tersebut, penulis menyusun skripsi
berjudul “Hubungan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam dengan Prestasi
Belajar Pendidikan Kewarganegaraan di SMA Al-Hikmah Benda Sirampog
Brebes Tahun Pelajaran 2004/ 2005”.
Alasan Pemilihan Judul :
1. Bahwa Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Kewarganegaraan dilihat
dari sudut pendidikan nilainya merupakan bidang studi yang berorientasi
dalam membentuk peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Allah
SWT, memiliki pengetahuan yang luas dan berakhlakul karimah sekaligus
membentuk warga negara yang baik sesuai dengan falsafah bangsa dan
konstitusi negara Republik Indonesia. 2. Bahwa dengan keberhasilan Pendidikan Agama Islam dalam memperhatikan
akhlak atau tingkah laku peserta didiknya maka akan memudahkan dalam
keberhasilan Pendidikan Kewarganegaraan untuk membentuk warga negara
yang baik dan memiliki ketrampilan kewarganegaraan serta kecakapan hidup
(life skills).
3. Bahwa dengan pencapaian keberhasilan prestasi belajar Pendidikan Agama
Islam secara lancar dapat berpengaruh terhadap proses dan hasil dalam
Pendidikan Kewarganegaraan.

I.2. Identifikasi dan Pembatasan Masalah
Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Kewarganegaraan memiliki
sedikit kesamaan dalam hal tujuannya yaitu menanamkan nilai-nilai kehidupan
bermasyarakat dan bernegara serta budi pekerti atau akhlak yang luhur.
Di samping menanamkan sikap budi pekerti yang luhur, Pendidikan
Kewarganegaraan juga membentuk anak didik agar dapat memahami,
mengamalkan dan melestarikan nilai-nilai Pancasila sehingga menjadi warga
negara yang baik dan bertanggung jawab mencakup pada dimensi pengetahuan
kewarganegaraan, ketrampilan kewarganegaraan dan nilai-nilai
kewarganegaraan..
Sedangkan didalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, untuk
kepentingan pendidikan dalam mencapai dan mengamalkan moral atau akhlak
dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan melalui proses ijtihad, para ulama mengembangkan materi Pendidikan Agama Islam pada tingkat yang lebih rinci
(Depdiknas, 2003:2).
Akhlak dalam Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Kewarganegaraan
mengandung unsur yang sama. Hal ini sesuai dengan sifat bangsa Indonesia yang
religius sehingga moral Pancasila lebih banyak mengacu pada tatanan nilai yang
ada dalam agama.
Dengan demikian karena secara materiil atau kajian isinya merupakan
bidang studi yang sama-sama berorientasi dalam membentuk peserta didik dan
warga negara yang baik, beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
sesuai dengan konstitusi dan falsafah bangsa Indonesia, maka dalam penelitian ini
penulis membatasi pada hubungan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam
dengan prestasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas XI semester I di
SMA Al-Hikmah Benda Sirampog Brebes tahun pelajaran 2004/2005.

I.3. Batasan Operasional
Untuk menghindari terjadinya salah penafsiran atau salah pengertian
dalam judul skripsi ini, perlu juga kiranya ditegaskan istilah-istilah sebagai berikut
yaitu :
1. Hubungan
Adalah bersangkutan, ada sangkut pautnya, bertalian, berkaitan.
2. Prestasi
Adalah suatu hasil yang diperoleh dari proses kegiatan yang dituangkan dalam
bentuk angka atau skor (Badudu-Zain, 2003 “Kamus Bahasa Indonesia”). 3. Belajar
Adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil
pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. (Slameto,
2003:2)).
4. Pendidikan Agama Islam
Adalah suatu usaha untuk menanamkan sikap budi pekerti atau akhlak,
keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan
ajaran-ajaran dasar agama Islam yang tertuang dalam Al-Qur’an dan Al-
Hadist. (Depdiknas, 2003:2).
5. Pendidikan Kewarganegaraan
Adalah suatu usaha untuk membimbing perkembangan kepribadian masing-
masing warga negara indonesia menuju terbentuknya kepribadian bangsa yang
bersumber kepada Pancasila. (Depdiknas, 2003:2).

I.4. Rumusan Masalah
Sesuai dengan uraian yang telah dipaparkan dalam latar belakang masalah
diatas dapat ditarik suatu permasalahan yaitu
“Apakah ada hubungan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam dengan prestasi
belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas XI semester I di SMA Al-
Hikmah Benda Sirampog Brebes tahun pelajaran 2004/2005 ? ”

I.5. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungannya
prestasi belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan prestasi belajar
mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas XI semester I di SMA
Al-Hikmah Benda Sirampog Brebes tahun pelajaran 2004/2005.

I.6. Kegunaan Penelitian
1. Sebagai bahan masukan bagi siswa maupun guru mata pelajaran di SMA
Al-Hikmah dalam upaya meningkatkan prestasi belajar yang maksimal.
2. Untuk menambah, memperdalam dan memperluas wawasaan ilmu
pengetahuan yang berhubungan dengan prestasi belajar.
3. Untuk mengembangkan ilmu yang diperoleh sebagai alternatif pelaksanaan
salah satu Tri Darma Perguruan yaitu penelitian.

I.7. Sistematika
Untuk mempermudah gambaran isi skripsi, penulis merumuskan
sistematika skripsi sebagai berikut :
1. Bagian Awal
Berisi tentang : Halaman Sampul, lembar berlogo, judul, pengesahan,
pernyataan. moto dan persembahan, prakata, daftar isi.
2. Bagian Isi Skripsi

BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang : latar belakang masalah (alasan pemilihan judul),
identifikasi dan pembatasan masalah, batasan operasional, rumusan
masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, sistematika.
BAB II LANDASAN TEORI
Berisi tentang : Pengertian, Tujuan dan Fungsi Pendidikan Agama
Islam, Pengertian, Tujuan dan Fungsi Pendidikan Kewarganegaraan ,
Tinjauan tentang Prestasi belajar menyangkut belajar, prestasi, faktor-
faktor yang mempengaruhi belajar, Teori belajar, Tujuan belajar,
Hipotesis
BAB III METODE PENELITIAN
Berisi tentang : Jenis dan desain penelitian, Populasi, sampel dan
teknik pengambilan sampel, Variabel penelitian, Instrumen penelitian
(Validitas dan Reliabilitas), Tehnik pengumpulan data, Analisis data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN berisi tentang :
Pelaksanaan penelitian, Hasil Penelitian dan Pembahasan.
BAB V PENUTUP
Berisi Tentang Kesimpulan dan Saran.
3. Bagian Akhir
Daftar pustaka yang berfungsi sebagai bahan acuan dalam mengadakan
penelitian, lampiran-lampiran untuk memperkuat pembuktian dalam
penelitian.

(DOWNLOAD KOMPLET : BAB1-5)

doc(7)

Comments
  1. Ijoel Mudi says:

    mohon izin downloand

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s