ASUHAN KEPERAWATAN PERILAKU KEKERASAN PADA TN. N DI RUANG VII (HUDOWO) RSJD AMINO GONDHO HUTOMO SEMARANG

Posted: March 14, 2011 in Keperawatan (D3)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Proyek integrasi kesehatan jiwa di Puskesmas dan rumah sakit menunjukkan adanya kebutuhan pelayanan kesehatan jiwa yang lebih terkoordinasi dengan baik di semua unsur kesehatan. Hakekat pembangunan kesehatan merujuk pada penyelengaraan pelayanan kesehatan untuk mencapai kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk.(Depkes RI, 2006).
Pravelensi penderita Skizofrenia di Indonesia adalah 0,3 – 1 persen dan biasanya timbul pada usia sekitar 18-45 tahun namun ada juga yang baru berusia 11-12 tahun sudah menderita Skizofrenia. Apabila penduduk Indonesia sekitar 200 juta jiwa maka diperkirakan sekitar 2 juta jiwa menderita Skizofrenia, dimana sekitar 99% pasien di RS jiwa di Indonesia adalah penderita Skizofrenia. Gejala-gejala Skizofrenia mengalami penurunan fungsi / ketidakmampuan dalam menjalani hidupnya, sangat terlambat produktifitasnya dan nyaris terputus relasinya dengan orang lain. ( Arif, 2006).
Masalah keperawatan yang paling sering ditemukan di RSJD Amino Gondohutomo Semarang adalah perilaku kekerasan, halusinasi, menarik diri, harga diri rendah, waham, bunuh diri, ketergantungan napza, dan defisit perawatan diri. Dari delapan masalah keperawatan diatas akan mempunyai manifestasi yang berbeda, proses terjadinya masalah yang berbeda dan sehingga dibutuhkan penanganan yang berbeda pula. Ketujuh masalah itu dipandang sama pentingnya, antara masalah satu dengan lainnya. ( Depkes 2006). Sedangkan perilaku kekerasan sendiri adalah suatu keadaan dimanan seorang individu mengalami perilaku yang dapat melukai secara fisik baik terhadap diri / orang lain. (Townsend, 1998)
Walau demikian meskipun perilaku kekerasan kadang bernilai negative tapi tetap ada karena sebenarnya marah juga berguna yaitu untuk meningkatkan energi dan membuat seseorang lebih berfokus/bersemangat mencapai tujuan. Kamarahan yang ditekan atau pura-pura tidak marah akan akan mempersulit diri sendiri dan mengganggu hubungan intra personal.(Harnawatiaj,2008,¶ 3,http://www.gaya hidup sehat online.com,27 januari 2008).
Hasil pengamatan dan pencarian data oleh penulis dalam satu bulan Desember 2007, jumlah pasien yang dirawat di ruang VI mencapai 75 orang dengan lama rawat rata-rata 21 hari. Dari jumlah tersebut 96% (72 pasien) adalah didiagnosa medic Skizofrenia dan 4% (3 pasien) adalah dimensia (Lansia). Dan dari masalah keperawatan perilaku kekerasan ada 42% (30 pasien) biasanya dirumah marah-marah dan mengganggu lingkungan sekitar dan sisanya ada yang halusinasi,menarik diri, harga diri rendah dan waham.
Oleh sebab itu penulis dalam karya tulis ini mengambil judul asuhan keperawatan perilaku kekerasan di RS Jiwa Amino Gondohutomo semarang. Hal ini melihat fenomena-fenomena diatas baik gejala yang muncul / akibat dari masalah itu sendiri yang akhirnya mengurangi produktifitas pasien. Untuk itu Askep yang professional pada pasien perilaku kekerasan sangat diharapkan oleh pasien atau keluarga.

B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan umum
Penulis dapat memberikan asuhan keperawatan secara optimal.

2. Tujuan khusus
a. Penulis dapat mengidentifikasikan hambatan dalam perawatan pasien marah agresif sehingga dapat dicari pemecahan masalahnya
b. Penulis dapat mengganbarkan hasil pengkajian keperawatan pada Tn. N dangan prilaku kekerasan
c. Penulis dapat mendiskripsikan hasil analisa data yang diperoleh pada Tn. N dengan prilaku kekerasan
d. penulis dapat mendiskripsikan diagnosa keperawatan yang muncul pada Tn. N dengan prilaku kekerasan
e. penulis dapat mendiskripsikan implementasi yang telah dilakukan pada Tn. N dengan prilaku kekerasan
f. penukis dapat mendiskripsikam hasil evaluasi yang berhasil dilakukan

C. Metode dan Teknik Pengambilan Data
Dalam penyusunan karya tulis ini penulis menggunakan metode studi kasus dan teknik deskripsi dengan pendekatan proses keperawatan. Dan pengkajian perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Sedangkan teknik pengambilan data yang penulis gunakan adalah wawancara yaitu penulis lakukan secara langsung terhadap pasien, keluarga, perawat dan team kesehatan lain.
1. Observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung terhadap perkembangan keadaan pasien dengan marah agresif selama melakukan asuhan keperawatan.
2. Dokumentasi yaitu dengan catatan medik dan perawatan yang pernah dilakukan.
3. Studi kepustakaan atau literature yaitu dengan membaca, kemudian menyadur dan mencocokan dengan kategori.

D. Sistematika Penulisan
Untuk mengetahui secara menyeluruh karya tulis ini penulis akan menguraikan sistematika penulisannya.
Bab I Pendahuluan yang berisi latar belakang, tujuan penulisan, metode dan teknik penulisan dan sistematika penulisan.
Bab II Konsep dan Teori, yang berisi tentang pengertian, faktor predisposisi, precipitasi, pohon masalah, pengkajian, diagnosa, intervensi.
Bab III Tinjauan Kasus yang berisi tentang asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan perilaku kekerasan.
Bab IV Pembahasan, dalam bab ini akan dibahas tentang kesenjangan antara tinjauan kasus dengan konsep dan teori.
Bab V Penutup yang merupakan akhir dari bagian karya tulis dan terdiri dari Kesimpulan dan Saran.

 

DOWNLOAD KOMPLET : BAB1-5, LAMP-SP

kes (16)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s