FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI BANGSAL MELATI RSUD TUGUREJO SEMARANG

Posted: March 15, 2011 in Keperawatan (S1)

ABSTRAKSI

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan pada Anak Usia Prasekolah di Bangsal Melati RSUD Tugurejo Semarang

xv + 48 Halaman + 11 Tabel + 3 Gambar + 12 Lampiran
Latar Belakang: Anak sangat rentan terhadap penyakit. Apabila anak mengalami sakit dan keluarga tidak dapat mengatasi karena kondisi anak terlalu parah, maka perawatan di rumah sakit sangat dibutuhkan. Anak yang dirawat di rumah sakit akan mengalami kecemasan yang bervariasi, karena harus berpisah dari lingkungan yang dirasakannya aman, penuh kasih sayang, dan menyenangkan, seperti lingkungan rumah, permainan, dan teman sepermainannya. Hal ini berkaitan dengan faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan anak ketika dirawat di rumah sakit, meliputi posisi anak dalam keluarga, pendampingan orang tua, kelas rumah sakit, dan kepribadian anak. Oleh karena itu, permasalahan yang diangkat skripsi ini adalah sejauhmana faktor-faktor tersebut berhubungan dengan kecemasan pada anak usia prasekolah di Bangsal Melati RSUD Tugurejo Semarang.
Tujuan penelitian: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dengan kecemasan pada anak usia prasekolah di Bangsal Melati RSUD Tugurejo Semarang.
Metode penelitian: Metode yang digunakan pada penelitian ini mengunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada anak usia prasekolah yaitu 3 – 6 tahun di Bangsal Melati RSUD Tugurejo Semarang pada tanggal 5 – 26 Agustus 2007 dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara total sampling sebanyak 39 anak.

Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan posisi anak prasekolah sebagian besar sebagai anak tengah sebesar 35,9%, kelas rumah sakit sebagian besar berada pada kelas II sebesar 59,0%, pendampingan orang tua sebagian besar berada pada anak yang didampingi sebesar 59,0%, tipe kepribadian anak prasekolah sebagian besar berada pada tipe kepribadian introvert sebesar 51,3%, kecemasan anak prasekolah sebagian besar mengalami kecemasan sebesar 74,4%. Sedangkan hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara posisi anak dalam keluarga dengan kecemasan anak dengan nilai p-value 0,037, tidak ada hubungan yang bermakna antara kelas rumah sakit dengan kecemasan anak dengan nilai p-value 0,620, ada hubungan yang bermakna antara pendampingan orang tua dengan kecemasan anak dengan nilai p-value 0,003, ada hubungan yang bermakna antara kepribadian anak dengan kecemasan anak dengan nilai p-value 0,031.
Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara posisi anak dalam keluarga dengan kecemasan anak dengan nilai p-value 0,037, tidak ada hubungan yang bermakna antara kelas rumah sakit dengan kecemasan anak dengan nilai p-value 0,620, ada hubungan yang bermakna antara pendampingan orang tua dengan kecemasan anak dengan nilai p-value 0,003, ada hubungan yang bermakna antara tipe kepribadian anak dengan kecemasan anak dengan nilai p-value 0,031.

Saran: Bagi orang tua untuk lebih memahami kepribadian anaknya dan selalu mendampingi anak selama dirawat. Bagi pihak rumah sakit diharapkan dapat mempermudah akses`bagi para pendamping anak serta memperbaiki program pelayanan di ruang anak.

Pustaka : 27 (1991-2006)
Kata Kunci: Faktor-faktor kecemasan

=========================================================

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Anak sangat rentan terhadap penyakit, oleh karena itu sangat diperlukan tindakan preventif. Akan tetapi apabila anak mengalami sakit dan keluarga tidak dapat mengatasi karena kondisi anak terlalu parah, maka perawatan di rumah sakit sangat dibutuhkan. Perawatan anak di rumah sakit berfungsi untuk melengkapi suatu lingkungan dimana anak yang sakit dapat dibantu untuk mengatasi atau meringankan penyakitnya (Sacharin, 1996). Tujuannya adalah untuk menyembuhkan atau memperbaiki status fisik dan mental, sehingga anak dapat berkembang dalam keterbatasannya dan hospitalisasi adalah salah satu cara yang dapat ditempuh selama anak sakit.
Russel Borton (1959) pernah menulis buku tentang hospitalisasi. Dalam pengertian hospitalisasi diartikan adanya beberapa perubahan psikis yang dapat menjadi sebab anak dirawat di rumah sakit (Stevens, et al, 2000). Selama proses hospitalisasi, anak dapat mengalami berbagai kejadian yang menurut beberapa penelitian ditunjukkan dengan pengalaman yang sangat traumatik dan penuh dengan kecemasan, namun tidak setiap anak mengalami kecemasan akibat hospitalisasi. Kecemasan yang dialami oleh masing masing anak sangat bervariasi dan membawa dampak yang berbeda-beda sesuai dengan tahapan usia perkembangan anak, terlebih pada anak usia prasekolah,yaitu antara 3 – 6 tahun (Potter & Perry, 2006).
Anak biasanya mengalami kecemasan, karena berpisah dari lingkungan yang dirasakannya aman, penuh kasih sayang, dan menyenangkan, seperti lingkungan rumah, permainan, dan teman sepermainannya. Kecemasan anak dapat diekspresikan melalui perubahan fisiologis, perilaku, kognitif, dan afektif. Perubahan fisiologis terhadap kecemasan, seperti nafsu makan hilang, telapak tangan berkeringat dingin; perubahan perilaku, seperti gelisah, menarik diri, kurang koordinasi; perubahan kognitif seperti bingung, takut, perhatian terganggu; dan perubahan afektif, seperti tidak sabar, tegang, mudah terganggu (Stuart, 1998).
Berdasarkan kecemasan yang dialami oleh anak selama dirawat di rumah sakit, terdapat faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan anak tersebut, meliputi kepribadian anak, posisi anak dalam keluarga, pendampingan orang tua anak, dan kelas dalam rumah sakit (Stevens, et al, 2000).
Dilihat dari faktor kepribadian anak, setiap anak mempunyai tipe kepribadian berbeda-beda. Menurut Atkinson dalam Farozin dan Fathiyah (2004), kepribadian merupakan segala bentuk pola pikiran, emosi, dan perilaku yang berbeda serta mempunyai karakteristik yang menentukan gaya personal individu dan mempengaruhi interaksinya dengan lingkungan. Tipe-tipe kepribadian menurut Jung, terdiri dari tipe introvert dan ekstrovert. Ciri-ciri anak dengan tipe introvert adalah sulit bergaul, tertutup, sulit berhubungan dengan orang lain dan penyesuaian diri dengan lingkungan sekitar kurang baik. Hal ini akan menyebabkan seorang anak sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan rumah sakit tempat anak dirawat. Selain itu, anak juga akan bertemu dengan orang-orang baru yang dianggap asing.
Tipe ekstrovert pada anak biasanya memiliki ciri-ciri mudah bergaul, terbuka, hubungan dengan orang lain lancar dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Hal ini akan menyebabkan seorang anak senang bertemu dengan anak lainnya yang senasib dengannya, sehingga tidak lagi merasa sendiri. Rasa cemas yang dirasakan sejak awal masuk rumah sakit karena lingkungan yang baru, tidak lagi dirasakan (Farozin & Fathiyah, 2004).
Faktor selanjutnya yang berhubungan dengan kecemasan anak adalah posisi anak dalam keluarga sebagai anak tunggal, pertama (sulung), tengah, atau terakhir (bungsu). Anak tunggal akan lebih tergantung dan kurang mandiri. Kebiasaannya diperhatikan secara lebih oleh keluarga dan tidak ada saudara lainnya akan mengakibatkan anak cenderung tidak mau ditinggal dan dipegang oleh orang lain selain yang dikenalnya. Anak sulung biasanya mendapat perhatian penuh dari orang tua dan cenderung terlalu melindungi, sehingga anak tumbuh menjadi perfeksionis dan pencemas.
Posisi anak tengah dalam keluarga biasanya akan lebih mandiri, mampu berkomunikasi dan beradaptasi, sehingga anak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Anak bungsu sesuai dengan posisinya merupakan anak yang termuda usianya dan biasanya mendapat perhatian penuh dari semua anggota keluarga, sehingga anak berkepribadian hangat, ramah, dan perhatian pada orang lain. Namun, biasanya anak akan mudah merasa cemas apabila ditinggal orang tua atau keluarga lainnya, karena anak terbiasa mendapatkan perhatian yang penuh dari seluruh anggota keluarganya (Supartini, 2004).
Lingkungan rumah sakit juga merupakan faktor yang berhubungan dengan kecemasan anak. Berdasarkan survey pendahuluan di Bangsal Melati RSUD Tugurejo, tercatat jumlah anak usia prasekolah 7 anak, terdiri dari 5 anak menempati kelas III dan 2 anak menempati kelas II. Masing-masing kelas dilengkapi dengan fasilitas yang berbeda-beda, sehingga tingkat kenyamanan juga akan berbeda. Kelas II dihuni 2 anak tiap kamar, sehingga suasana ruangan tidak ramai. Kelas III dihuni 8 anak tiap kamar, sehingga suasana ruangan sangat ramai, baik ramai oleh jumlah pasien anak, maupun ramai oleh pengunjung yang datang untuk menengok.
Kondisi lingkungan kelas rumah sakit ternyata ditanggapi berbeda oleh anak. Ada anak yang merasa lebih senang dengan kelas III karena merasa banyak temannya, sehingga dapat berinteraksi dengan bebas dan tidak merasa ketakutan karena banyak yang menemani. Namun, ada juga anak yang merasa lebih nyaman di kamar yang tidak dihuni oleh banyak anak, seperti di Kelas II. Salah satu alasan yang diberikan oleh anak, yaitu suasana menjadi ramai. Ini menunjukkan bahwa terdapat alasan yang bermacam-macam dari anak yang menempati masing-masing kelas.
Faktor terakhir yang berhubungan dengan kecemasan anak yaitu pendampingan orang tua yang sangat dibutuhkan oleh anak saat dirawat. Fenomena yang ada di Bangsal Melati terlihat bahwa orang tua selalu memperoleh tempat yang lebih banyak, hal ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas perawatan. Oleh karena itu, adanya orang tua yang mendampingi anaknya akan bermanfaat bagi anak maupun perawat. Sebaliknya, tidak adanya pendampingan orang tua akan menimbulkan kecemasan pada anak. Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan pada ibu yang mendampingi anaknya di Bangsal Melati menyatakan bahwa anaknya sering mengatakan agar ia tidak ditinggal sendirian dalam waktu lama.
Berdasarkan fenomena diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan pada anak usia prasekolah di Bangsal Melati RSUD Tugurejo Semarang”.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, peneliti tertarik untuk mengetahui lebih jauh faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan pada anak usia prasekolah di kelas II dan III Bangsal Melati RSUD Tugurejo Semarang.

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Tujuan Umum
Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan pada anak usia prasekolah di Bangsal Melati RSUD Tugurejo Semarang.
2. Tujuan Khusus
a. Mendeskripsikan posisi anak usia prasekolah dalam keluarga di Bangsal Melati RSUD Tugurejo Semarang.
b. Mendeskripsikan pendampingan orang tua anak usia prasekolah di Bangsal Melati RSUD Tugurejo Semarang.
c. Mendeskripsikan kelas rumah sakit di Bangsal Melati RSUD Tugurejo Semarang.
d. Mendeskripsikan kepribadian anak usia prasekolah di Bangsal Melati RSUD Tugurejo Semarang.
e. Mendeskripsikan kecemasan anak usia prasekolah di Bangsal Melati RSUD Tugurejo Semarang.
f. Menganalisis hubungan antara kepribadian anak usia prasekolah dengan kecemasan di Bangsal Melati RSUD Tugurejo Semarang.
g. Menganalisis hubungan antara posisi anak usia prasekolah dalam keluarga dengan kecemasan di Bangsal Melati RSUD Tugurejo Semarang.
h. Menganalisis hubungan antara pendampingan orang tua anak usia prasekolah dengan kecemasan di Bangsal Melati RSUD Tugurejo Semarang.
i. Menganalisis hubungan antara kelas rumah sakit dengan kecemasan anak usia prasekolah di Bangsal Melati RSUD Tugurejo Semarang.

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi petugas kesehatan
Menambah wawasan dan pengetahuan bagi perawat anak, sehingga dapat memberikan perawatan yang komprehensif.
2. Bagi institusi pendidikan
Memberikan informasi sehubungan dengan hospitalisasi bagi peneliti berikutnya dan menambah ilmu pengetahuan dibidang keperawatan khususnya keperawatan anak.
3. Bagi peneliti
Menambah wawasan mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan pada anak usia prasekolah.

E. Bidang Ilmu
Bidang ilmu yang diteliti adalah kesehatan, khususnya keperawatan anak.

 

DOWNLOAD KOMPLET : BAB1, BAB2, BAB3, BAB4, BAB5, DP, KUES

kes (25)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s