PERANAN DISIPLIN PADA PERILAKU BELAJAR DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA

Posted: March 15, 2011 in PGSD

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Disiplin di sekolah merupakan hal yang penting dalam menunjang keberhasilan tata tertib yang diterapkan di sekolah, yang di dalamnya tergabung guru dan siswa taat kepada tata tertib yang telah diterapkan. Disiplin yang diterapkan bertujuan untuk meningkatkan kualitas belajar anak dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) agar lebih baik dalam perkembangan anak didik. Adapun tujuannya adalah untuk perkembangan pengendalian diri sendiri yaitu dalam hal mana anak-anak dapat mengarahkan diri sendiri tanpa pengaruh dan pengendalian dari luar. Karena itu orang tua haruslah secara aktif dan terus menerus berusaha, untuk memainkan peranan yang makin kecil dari pekerjaan pendisiplinan itu, dengan cara bertahap mengembangkan pengendalian dan pengarahan diri sendiri itu pada anak-anak.
Di sekolah guru adalah orang tua kedua sebagai panutan anak anak didiknya. Oleh sebab itu disiplin bagi seorang guru merupakan bagian penting dari tugas-tugas kependidikan dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Tugas guru bukan saja melatih sikap disiplin pada anak didiknya, tetapi mendisiplinkan diri sendiri dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya.
Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran.
Psikologi pendidikan bermaksud untuk menerapkan psikologi ke dalam proses yang membawa pengubahan tingkah laku, dengan kata lain untuk mengajar. Psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari tentang belajar, pertumbuhan dan kematangan individu serta penerapan prinsip-prinsip ilmiah terhadap reaksi manusia yang nantinya mempengaruhi proses belajar dan mengajar. Psikologi pendidikan berfokus pada proses informasi, keterampilan, nilai dan sikap diteruskan dari guru ke siswa di dalam kelas. Psikologi pendidikan juga mencoba untuk membantu siswa dengan menerapkan pengertian metode psikologi untuk menyelesaikan masalah dalam situasi belajar dan mengajar.
Pengembangan variasi mengajar yang dilakukan oleh guru salah satunya adalah dengan memanfaatkan variasi alat bantu, baik dalam hal ini variasi media pandang, variasi media dengar maupun variasi media taktik dalam pengembangan variasi mengajar tentu saja tidak sembarangan, tetapi ada tujuan yang hendak di capai, yaitu meningkatkan dan memelihara perhatian anak didik terhadap relevansi proses belajar mengajar, memberi kesempatan kemungkinan berfungsinya motivasi, membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah, memberi kemungkinan pilihan dan fasilitas belajar individual dan mendorong anak didik untuk belajar.
Dengan tercapainya tujuan pembelajaran, maka dapat dikatakan bahwa guru telah berhasil dalam mengajar. Keberhasilan kegiatan belajar mengajar, tentu saja diketahui setelah diadakan evaluasi dengan seperangkat item soal yang sesuai dengan rumusan beberapa tujuan pembelajaran, sejauh mana tingkat keberhasilan belajar mengajar, dapat dilihat dari daya serap anak didik dan persentase keberhasilan anak didik dalam mencapai tujuan pembelajaran khusus (TPK).
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh guru di sekolah. Proses belajar mengajar diharapkan akan berlangsung secara aktif, kreatif dan menyenangkan. Selengkap apapun fasilitas dan sebaik apapun kualitas kurikulumnya, bila guru tidak memiliki kemampuan dan komitmen yang tinggi maka tidak akan memperoleh kualitas yang baik dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Proses pendidikan adalah interaksi aktif antara masukan sarana, terutama pendidik dengan masukan mentah dan berwujud dalam proses pembelajaran. Pihak pendidik (pembimbing, pengajar atau pembelajar, pelatih, pamong belajar) berperan membantu peserta didik melakukan belajar yang berdaya guna dan berhasil guna, sedangkan pihak peserta didik (siswa, warga belajar, peserta latihan) melakukan kegiatan belajar.
Belajar sebagai proses di dalamnya terkandung tujuan belajar, peserta didik yang bermotivasi, tingkat kesulitan belajar, rangsangan dari lingkungan dan respon dari peserta didik. Semua unsur belajar sebagai proses berkaitan secara fungsional antara satu dengan yang lainnya. Hubungan fungsional antar unsur itu melahirkan tahapan-tahapan atau langkah-langkah kegiatan pembelajaran.
Metode mempunyai andil yang cukup besar dalam kegiatan belajar mengajar. Kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki anak didik ditentukan oleh kerelevansian penggunaan suatu metode dengan tujuan pembelajaran akan dapat dicapai dengan penggunaan metode yang tepat. Metode yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar bermacam-macam. Penggunaannya tergantung dari rumusan tujuan. Penggunaan metode untuk menggairahkan belajar anak didik dengan pengajaran karena bukan guru yang memaksakan anak didik untuk mencapai tujuan, tetapi anak didiklah dengan sadar untuk mencapai tujuan.
Agar hal di atas dapat tercapai secara optimal diperlukan adanya bimbingan yang memadai, maka penulis merasa tertarik untuk menyampaikan uraian tentang “Peranan Disiplin pada Perilaku Belajar dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa” sebagai judul tugas akhir.
B. Rumusan Masalah
Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menemui permasalahan pokok yang diungkapkan yaitu “Bagaimana peranan disiplin pada perilaku belajar dalam meningkatkan prestasi belajar siswa?”
C. Penegasan Istilah
Untuk mempermudah pembahasan karya tulis ilmiah ini dan untuk menghindari terjadinya salah tafsir maka perlu kiranya penulis memberikan batasan dan penegasan istilah yang digunakan dalam judul penelitian.
Adapun istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Peranan
Peranan adalah sesuatu yang menjadi bagian atau yang memegang pimpinan yang terutama dalam terjadinya sesuatu hal atau peristiwa (W.J.S Poerwadarminto, 1985:735)
2. Disiplin
Disiplin adalah ketaatan terhadap aturan, baik aturan untuk umum atau kelompok tertentu dan aturan untuk diri sendiri (Udin.S.Winata, 1999:103)
3. Perilaku Belajar
Perilaku belajar berasal dari kata perilaku dan belajar yang artinya sebagai berikut:
Perilaku adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang, perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubah pengetahuan, pemahaman, tingkah laku dan sikap, keterampilan, kecakapan dan kemampuannya serta perubahan – perubahan aspek lain yang ada pada individu yang belajar (Nana Sudjana, 1998:17).Jadi perilaku belajar adalah tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan lingkungan dari suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pengetahuan, pemahaman, tingkah laku dan sikap, keterampilan, kecakapan dan kemampuannya serta perubahan-perubahan aspek lain yang ada pada individu yang belajar.
4. Meningkatkan
Meningkatkan adalah menaikkan, mempertinggi, memperhebat (Depdiknas, 2002:905)
5. Prestasi Belajar
Prestasi belajar berasal dari kata prestasi dan belajar yang diartikan sebagai berikut :
Prestasi adalah Hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, di ajarkan, dan sebagainya).Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang, perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubah pengetahuan, pemahaman, tingkah laku dan sikap, keterampilan, kecakapan dan kemampuannya serta perubahan-perubahan aspek lain yang ada pada individu yang belajar (Nana Sudjana, 1998:17).
Jadi prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai dari suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pengetahuan, pemahaman, tingkah laku dan sikap, keterampilan, kecakapan dan kemampuannya serta perubahan-perubahan aspek lain yang ada pada individu yang belajar.
6. Anak didik/Siswa
Anak didik atau siswa adalah orang yang sengaja datang ke sekolah (Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, 2002:123)

D. Tujuan Pembahasan
Penulis ingin mengetahui bagaimana peranan disiplin pada perilaku belajar dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.

E. Manfaat
1. Manfaat Teoretis
Untuk menambah referensi bahan pustaka tentang program PGSD khususnya peranan disiplin pada perilaku belajar dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dan sebagai bahan wacana bagi para pembaca.
2. Manfaat Praktis
a) Untuk meningkatkan disiplin guru maupun siswa sehingga berprestasi dalam belajar mengajar.
b) Untuk memberi imbalan terhadap usaha mewujudkan disiplin sekolah melalui kegiatan belajar mengajar.

F. Sistematika Penulisan
Untuk lebih mempermudah pembaca dalam memahami karya tulis ilmiah ini penulis menyusun sistematika sebagai berikut :
Pada bab pertama berisi pendahuluan, yang menguraikan tentang Latar Belakang, Perumusan Masalah, Penegasan Istilah, Tujuan Pembahasan, Manfaat dan Sistematika Penulisan.
Pada bab kedua berisi landasan teori yang memperjelas tentang Peranan Disiplin pada Perilaku Belajar dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa.
Pada bab ketiga tentang penutup yang berisi Simpulan dan saran-saran.

 

DOWNLOAD FILE FULL = BAB1-5-DP

cprn (6

About these ads
Comments
  1. fathudin malik istanto says:

    da yang tau bukuna tulus tu’u judulna peran disiplin pada perilaku dan prestasi siswa?????????????????????????????????????????please……konfirm at email ali_erin@ymail.com….tak tunggu yang kawna2ku

  2. indah sari says:

    q d suruh buat makalah
    tentang disiplin……
    bntu lh……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s