UPAYA POLWILTABES SEMARANG DALAM MENANGGULANGI PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI SEMARANG

Posted: March 15, 2011 in Hukum

BAB I
PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang Masalah
Sebagai bagian dari kehidupan global, bangsa Indonesia tidak akan terlepas
dari akibat sampingan kemajuan IPTEK yang berasal dari negara-negara maju,
sehingga akan mendorong terjadinya perubahan pada suatu bangsa atau negara
tersebut. Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam suatu bangsa atau negara
dapat merambah ke segala aspek kehidupan, yaitu aspek ideologi, aspek politik,
aspek ekonomi, aspek sosial budaya, aspek pertahanan keamanan dan juga aspek
hukum.
Negara Indonesia adalah negara hukum, oleh sebab itu maka perilaku dari
seluruh komponen bangsa harus selalu didasarkan pada hukum, baik itu rakyat
biasa maupun pejabat pemerintahan. Sebagai konsekuensi dari hal tersebut maka
barang siapa melanggar aturan-aturan hukum yang sudah ditentukan harus
mendapat sanksi atau hukuman berdasarkan atas kesalahan tersebut. Salah satu
faktor yang mendorong tegaknya supremasi hukum di Indonesia itu dikarenakan
adanya peranan polisi sebagai salah satu aparatur negara.
Polisi merupakan kelompok sosial yang menjadi bagian masyarakat. Anggota
polisi merupakan warga masyarakat, walaupun ada aspek yang berbeda dengan
warga masyarakat umumnya. Anggota polisi berfungsi sebagai penindak dan
pemelihara kedamaian, yang merupakan bagian dari fungsi keamanan ketertiban
masyarakat atau kamtibmas (Dalam Tabah, 1991 : xv).
Tugas polisi sangat kompleks dan merambah ke segala aspek kehidupan
masyarakat karena kejahatan dan gangguan Kamtibmas tidak berdiri sendiri. Tugas
dan pekerjaan polisi berada dalam lintasan kritis seakan-akan berdiri pada sebuah
perbatasan yang sangat rawan, antara tugasnya sebagai penegak hukum dan
menghadapi kejahatan yang sedang ditanganinya. Polisi yang selalu berhadapan
langsung dan banyak berbenturan dengan masyarakat dalam memberantas
penyakit-penyakit masyarakat, seperti perjudian, pelacuran, penyalahgunaan
narkoba, padahal masyarakat tahu kesemuanya itu merupakan bentuk tindak pidana
dan pelanggaran terhadap norma sosial maupun pelanggaran hukum yang ada dan
berlaku di Indonesia. Hal tersebut menggambarkan keadaan masyarakat Indonesia
masih belum memiliki kesadaran hukum yang baik.
Menurut Savigni (Dalam Tabah, 1991 : 10) seorang ahli hukum asal Jerman
menyatakan, bahwa hukum akan dapat berjalan efektif apabila ada keserasian
antara hukum dengan kultur masyarakatnya, kultur masyarakat ini juga akan
menjadi kultur hukum yang biasanya tercermin pada aturan hukum yang ada.
Adanya partisipasi dari segenap lapisan masyarakat mutlak diperlukan di
dalam hukum sehingga masalah-masalah seperti perjudian, pelacuran, dan
penyalahgunaan narkoba tidak berkembang menjadi suatu kebiasaan dalam
masyarakat. Kerjasama yang solid antara aparat penegak hukum dengan masyarakat
akan menciptakan kesadaran dan kepatuhan terhadap hukum yang ada dan berlaku
di Indonesia.
Sekarang ini yang patut mendapat perhatian bersama adalah maraknya
penyalahgunaan narkoba. Penyalahgunaan narkoba merupakan penyakit
masyarakat yang pada akhir-akhir ini pertumbuhannya sangat cepat. Kota-kota
besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Denpasar dulu dikenal hanya sebagai
daerah transit peredaran narkoba, namun seiring perkembangan globalisasi dunia,
kota-kota besar di Indonesia sudah merupakan pasar peredaran narkoba. Pada saat
ini kasus penyalahgunaan narkoba juga merambah kekota-kota kecil seperti yang
terjadi di kota Semarang. Berkembangnya kasus penyalahgunaan narkoba di
Semarang itu diawali dengan ditemukannya miras atau minuman keras yang dijual
secara bebas tanpa pengawasan dari Balai Penelitian Obat dan Makanan atau Balai
POM maupun dari aparat kepolisian. Pada tahun 90 – an di kota Semarang sudah
ditemukan kasus penggunaan pil koplo dan dengan kemajuan IPTEK, masyarakat
kota Semarang dari yang semula mengkonsumsi minuman keras atau miras, pil
koplo kemudian berubah mengkonsumsi narkoba (narkotika, psikotropika dan
bahan-bahan berbahaya). Terdapatnya kasus penyalahgunaan narkoba di kota
Semarang mendapat perhatian yang besar dari berbagai pihak khususnya
Kepolisian Negara RI yaitu Satuan Narkoba Polwiltabes Semarang.
Berdasarkan uraian di atas, maka diadakan penelitian dan dituangkan ke
dalam sebuah skripsi dengan judul “ Upaya Polwiltabes Semarang Dalam
Menanggulangi Penyalahgunaan Narkoba di Semarang ”.

1.2. Identifikasi dan Pembatasan Masalah
Fenomena penyalahgunaan narkoba telah ada sejak lama sejalan dengan
perkembangan kejahatan lainnya. Penyalahgunaan narkoba merupakan penyakit
masyarakat yang pada akhir-akhir ini pertumbuhannya sangat cepat dan patut
mendapat perhatian bersama. Kasus penyalahgunaan narkoba tidak hanya terdapat
di kota-kota besar di Indonesia seperti : Jakarta, Surabaya, dan Denpasar tetapi pada
saat ini kasus penyalahgunaan narkoba juga merambah di kota-kota kecil seperti
yang terjadi di kota Semarang. Berkembangnya kasus penyalahgunaan narkoba di
Semarang itu diawali dengan ditemukannya miras atau minuman keras yang dijual
secara bebas tanpa pengawasan dari Balai Penelitian Obat dan Makanan atau Balai
POM maupun dari aparat kepolisian. Pada tahun 90 – an di kota Semarang sudah
ditemukan kasus penggunaan pil koplo dan dengan kemajuan IPTEK, masyarakat
kota Semarang dari yang semula mengkonsumsi minuman keras atau miras dan pil
koplo kemudian berubah mengkonsumsi narkoba (narkotika, psikotropika dan
bahan-bahan berbahaya).
Penyalahgunaan narkoba merupakan bentuk tindak pidana, pelanggaran
hukum, maupun pelanggaran norma sosial. Berbagai tindakan dari pemerintah,
tokoh-tokoh masyarakat serta tindakan tegas dari aparat merupakan bukti bahwa
POLRI bersama-sama dengan instansi terkait lainnya bertekat untuk memberantas
semua bentuk kejahatan termasuk penyalahgunaan narkotika, psikotropika, ecstacy
dan zat adiktif lainnya, mulai dari produsen, pemasok, pengedar sampai kepada
konsumen atau pemakai. Dalam hal ini instansi Kepolisian RI yang berwenang
untuk mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan narkoba adalah Satuan
Narkoba Polwiltabes Semarang.
Pembatasan masalah dalam penelitian ini terfokus pada faktor-faktor yang
menyebabkan terjadinya penyalahgunaan narkoba berdasarkan kasus-kasus yang
pernah ditangani oleh Polwiltabes Semarang, upaya yang dilakukan oleh
Polwiltabes Semarang dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba di
Semarang, faktor-faktor yang mendorong dan menghambat Polwiltabes Semarang
dalam usahanya menanggulangi penyalahgunaan narkoba di Semarang.

1.3. Perumusan Masalah
Dari uraian di atas tersebut ada beberapa permasalahan yang akan dijadikan
sebagai objek penelitian yaitu:
1. Faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan narkoba
berdasarkan kasus–kasus yang pernah ditangani oleh Polwiltabes Semarang?
2. Bagaimana upaya yang dilakukan oleh Polwiltabes Semarang dalam
menanggulangi penyalahgunaan narkoba di Semarang ?
3. Faktor apa saja yang mendorong dan menghambat Polwiltabes Semarang dalam
usahanya menanggulangi penyalahgunaan narkoba di Semarang ?

1. 4. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.4. 1. Tujuan Penelitian
Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana upaya Polwiltabes
Semarang dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba di Semarang.
Atas dasar tersebut maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan terjadiya
penyalahgunaan narkoba berdasarkan kasus–kasus yang pernah
ditangani oleh Polwiltabes Semarang.
2. Untuk mengetahui upaya Polwiltabes Semarang dalam menanggulangi
penyalahgunaan narkoba di Semarang.
3. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong dan menghambat
Polwiltabes Semarang dalam menjalankan usahanya menanggulangi
penyalahgunaan narkoba di Semarang.
1. 4. 2. Kegunaan Penelitian
Kegunaan dari penelitian ini adalah:
a) Kegunaan Teoritis
1) Memberikan sumbangan pemikiran dalam usaha mengembangkan
ilmu pengetahuan dibidang hukum pada umumnya, ilmu hukum
pidana pada khususnya mengenai hal yang berkaitan dengan
penyalahgunaan narkoba.
2) Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan
banding bagi peneliti lain yang melakukan penelitian sejenis.
b) Kegunaan Praktis
1) Diharapkan dari hasil penelitian ini, dapat dijadikan sebagai bahan
pertimbangan bagi Polwiltabes Semarang dalam usahanya
menjalankan perannya di masyarakat dalam upayanya
menanggulangi penyalahgunaan narkoba di Semarang.
2) Diharapkan dari hasil penelitian ini, masyarakat perlu meningkatkan
kerjasamanya dengan pihak Kepolisian di dalam menanggulangi
penyalahgunaan narkoba di kota Semarang.
3) Memberikan masukan kepada orang tua, dan diharapkan dari hasil
penelitian ini dapat memberikan sumbangan pengetahuan berupa
informasi yang akurat mengenai penyalahgunaan narkoba serta
dampaknya bagi kehidupan sehingga tanggung jawab orang tua
terhadap anak semakin meningkat.
4) Diharapkan dari hasil penelitian ini mahasiswa dapat menghindari
dan mewaspadai akan bahaya narkoba.

1.5 Garis Besar Sistematika Skripsi
Sistematika skripsi terdiri dari tiga bagian yaitu bagian awal skripsi, bagian
pokok skripsi, dan bagian akhir skripsi.
A. Bagian awal terdiri atas sampul, logo UNNES, halaman judul, persetujuan
pembimbing, pengesahan kelulusan, pernyataan, motto dan persembahan,
prakata, sari, daftar isi, daftar bagan, daftar tabel dan daftar lampiran.
B. Bagian pokok skripsi terdiri atas lima bab yang kemudian terbagi beberapa
sub-sub sebagai pengelompokan atas bab-bab tersebut.
Bab I : Pendahuluan
Bab ini berisi tentang : latar belakang masalah, identifikasi dan
pembatasan masalah, perumusan masalahan, tujuan penelitian,
kegunaan penelitian, dan sistematika skripsi.
Bab II : Penelaahan Kepustakaan
Bab ini berisi tentang : pengertian Polwiltabes Semarang,
pengertian masyarakat dan penyakit masyarakat, pengertian
narkotika, psikotropika dan obat-obat berbahaya (Narkoba), tindak
pidana narkotika, psikotropika dan obat-obat berbahaya, upaya
penanggulangan penyalahgunaan Narkoba dan kerangka berfikir
penelitian.
Bab III : Metode penelitian
Bab ini berisi tentang : lokasi penelitian, fokus penelitian, sumber
data penelitian, teknik sampling, alat dan teknik pengumpulan
data, objektifitas dan keabsahan data, model analisis data yang
digunakan untuk menarik kesimpulan dan prosedur penelitian.
Bab IV : Hasil penelitian dan Pembahasan
Bab ini berisi tentang hasil penelitian dan pembahasan hasil
penelitian.
Bab V : Penutup
Bab ini berisi tentang : simpulan dan saran yang didasarkan pada
penelaahan kepustakaan, hasil dan pembahasan penelitian.
C. Bagian akhir skripsi berisi tentang :
1. Daftar pustaka
2. Lampiran-lampiran yang digunakan sebagai acuan dalam menyusun
skripsi ini.

DOWNLOAD FILE FULL = BAB1-5-DP

nes (298)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s