Pengaruh Panjang Waktu Fermentasi Terhadap Kadar Glukosa Pada Pembuatan Tape Sukun (Artocarpus communis)

Posted: March 16, 2011 in Biologi

ABSTRAK

Buah sukun merupakan bahan pangan yang telah dikenal di Indonesia sejak lama, untuk lebih dapat dinikmati dan diminati, sukun diolah dengan berbagai macam olahan. Tape sukun merupakan salah satu strategi diversifikasi makanan dari jenis sukun yang dibuat melalui proses fermentasi. Ragi adalah komponen vital dalam pembuatan tape yang tentunya dipengaruhi oleh konsentrasi substrat, pH, Suhu, dan panjang waktu fermentasi, sehingga menemukan harga optimal glukosa atau rasa manis pada tape tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang waktu fermentasi terhadap kadar glukosa pada pembuatan tape sukun (Artocarpus communis).
Populasi penelitian adalah buah sukun Cilacap, variabel bebas berupa panjang waktu fermentasi, sedangkan kandungan glukosa dalam pembuatan tape sukun sebagai variabel terikat. Data kadar glukosa diuji dengan ANAVA satu jalur, setelah diuji varian maka untuk mengetahui perbedaan secara nyata dilakukan uji BNT.
Dari hasil analisis varians glukosa bahwa Fhitung = 137,79 > Ftabel 5% = 3,71 dan Ftabel 1% = 6,55. Hal ini berarti menunjukkan bahwa panjang waktu fermentasi berpengaruh nyata terhadap kadar glukosa pada pembuatan tape sukun.
Jika ada pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Dari uji BNT, rerata panjang waktu fermentasi dua hari = 26,18 mg, satu hari = 20,64 mg, tiga hari = 21,93 mg, empat hari = 20,04 mg, berarti kadar glukosa dari masing-masing perlakuan berbeda nyata. Panjang waktu dua hari menunjukkan kadar glukosa yang paling tinggi yaitu 26,8 mg, sehingga panjang waktu dua hari memberikan kadar glukosa yang paling baik atau paling optimal.

=============================================

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG
Pelaksanaan pembangunan nasional bertujuan untuk menciptakan pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya serta mewujudkan suatu masyarakat yang adil, makmur dan merata baik materiil maupun spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan berlandaskan kemampuan nasional dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan perkembangan global.
Dalam pelaksanaan pembangunan nasional, tenaga kerja mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat penting sebagai pelaku dan tujuan pembangunan. Sesuai dengan peranan dan kedudukan tenaga kerja, diperlukan pembangunan ketenagakerjaan untuk meningkatkan kualitas dan kontribusinya dalam pembangunan serta melindungi hak dan kepentingannya sesuai dengan harkat dan martabat manusia. Pembangunan ketenagakerjaan dilandasi dengan Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 yang berbunyi : “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”.
Kegiatan pembangunan ketenagakerjaan melibatkan berbagai faktor, seperti pekerja dan pengusaha, dimana di dalamnya terdapat hubungan kerja. Dalam hubungan kerja tersebut, seringkali diperoleh kenyataan bahwa pekerja berada pada posisi yang penuh dengan risiko. Risiko sosial yang sering dialami tenaga kerja adalah : kecelakaan kerja, sakit akibat kerja, kematian, dan datangnya hari tua. Hal tersebut dapat mempengaruhi kehidupan tenaga kerja dan keluarganya sehingga pekerja terpaksa tidak dapat bekerja untuk sementara waktu, bahkan untuk selamanya, dan penghasilannya akan berkurang atau mungkin juga terhenti. Untuk menanggulangi masalah tersebut pemerintah telah mengambil kebijaksanaan dengan mengeluarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Berdasarkan Pasal 86 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, setiap pekerja / buruh mempunyai hak memperoleh perlindungan atas :
1. keselamatan dan kesehatan kerja
2. moral dan kesusilaan
3. perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama.
Meningkatnya peranan tenaga kerja dalam perkembangan pembangunan nasional di tanah air, dan semakin meningkatnya penggunaan teknologi di berbagai sektor kegiatan usaha, dapat mengakibatkan semakin tinggi risiko yang mengancam keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan tenaga kerja sehingga perlu upaya peningkatan perlindungan tenaga kerja antara lain dengan adanya program jaminan sosial tenaga kerja.
Jaminan sosial tenaga kerja merupakan upaya pelaksanaan perlindungan tenaga kerja sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja yang pada dasarnya menggantikan dan menyempurnakan Peraturan Perundang-undangan sebelumnya yaitu : Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1947 jo. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1951 tentang Kecelakan Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1977 tentang Asuransi Sosial Tenaga Kerja. Asuransi sosial tenaga kerja hanya memiliki 3 (tiga) program jaminan sosial yaitu: asuransi kecelakaan kerja, asuransi kematian dan tunjangan hari tua. Sedangkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 memiliki program jaminan sosial yang lebih memadai dan sesuai dengan perkembangan teknologi yang meliputi : jaminan kecelakan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan pemeliharaan kesehatan.
Dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 dinyatakan bahwa jaminan sosial tenaga kerja tidak hanya memberikan santunan atau pelayanan setelah risiko-risiko itu terjadi, melainkan juga ikut membantu secara efektif dalam usaha-usaha pencegahan dan rehabilitasi akibat risiko tersebut. Jaminan kecelakaan kerja berperan aktif dalam usaha meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja dan memberikan rehabilitasi fisik untuk cacat akibat kecelakaan kerja.
Jaminan sosial mempunyai tujuan ganda yaitu, tujuan sosial dan tujuan ekonomi. Tujuan sosial untuk menanggulangi berbagai peristiwa yang merugikan tenaga kerja baik berupa pencegahan maupun penyantunan. Sedangkan tujuan ekonomi dimaksudkan untuk menanggulangi ketidakpastian masa depan karyawan sehingga dapat menciptakan ketenangan kerja yang diperlukan untuk menumbuhkan semangat bekerja dan produktivitas tenaga kerja.

Program jaminan sosial tenaga kerja yang diatur Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 adalah :
1. Jaminan Kecelakaan Kerja
Kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kecelakan kerja merupakan risiko yang dihadapi tenaga kerja yang melakukan pekerjaan. Untuk menanggulangi sebagian atau seluruh penghasilan yang diakibatkan oleh kematian atau cacat atau kecelakaan kerja baik fisik maupun mental maka diperlukan adanya jaminan kecelakaan kerja.
2. Jaminan Kematian
Tenaga kerja yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja akan mengakibatkan terputusnya penghasillan, dan sangat berpengaruh pada kehidupan sosial ekonomi keluarga yang ditinggalkan. Oleh karena itu, diperlukan jaminan kematian dalam upaya meringankan beban keluarga baik dalam bentuk biaya pemakaman maupun santunan berupa uang.
3. Jaminan Hari Tua
Hari tua dapat mengakibatkan terputusnya upah karena tidak mampu bekerja. Oleh karena itu, diperlukan jaminan hari tua yang memberikan kepastian penerimaan penghasilan yang dibayarkan secara sekaligus atau berkala kepada tenaga kerja yang telah mencapai umur 55 tahun atau memenuhi persyaratan tertentu.
4. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
Pemeliharaan kesehatan dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja sehingga dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan merupakan upaya kesehatan dibidang penyembuhan. Oleh karena itu, upaya penyembuhan memerlukan dana yang tidak sedikit dan memberatkan jika dibebankan kepada perorangan, maka sudah selayaknya diupayakan penanggulangan kemampuan masyarakat melalui program jaminan sosial tenaga kerja. Disamping itu, pengusaha tetap berkewajiban mengadakan pemeliharaan kesehatan tenaga kerja yang meliputi upaya peningkatan (promotif), pencegahan (preventif), penyembuhan (kuratif), pemulihan (rehabilitatif).
Timbulnya kecelakaan kerja tidak selalu hanya karena kelalaian pekerja, akan tetapi mungkin juga karena penggunaan teknologi dan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, setiap pekerja perlu dipertanggungkan terhadap timbulnya bahaya atau kecelakaan kerja. Sistem pertanggungan itu saat ini dikelola dalam bentuk program jaminan sosial tenaga kerja yang lebih dikukuhkan dan diperluas melalui Undang-Undang Nomor 3 tahun 1992. Sebagai badan penyelenggara jaminan sosial tenaga kerja adalah PT. JAMSOSTEK sebagaimana telah diatur dalam Pasal 1 dari Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 1995 tentang Penetapan Badan Penyelenggara Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja.
PT. Kebon Agung Pabrik Gula Trangkil merupakan perusahaan anak cabang penghasil gula pasir yang membutuhkan pekerja yang mampu bekerja secara efektif dan efisien agar dapat memperoleh hasil yang berkualitas. PT Kebon Agung Pabrik Gula Trangkil mempunyai pekerja yang terbagi dalam Pekerja Tetap dan Pekerja Kampanye. Dalam menjalankan pekerjaannya, ada banyak risiko yang mengancam keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan para pekerja tersebut. Untuk menciptakan ketenangan kerja dan meningkatkan produktivitas kerja para pekerja, maka PT Kebon Agung Pabrik Gula Trangkil mengikutsertakan seluruh pekerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja. Bahwa dengan mengikuti program jaminan sosial tenaga kerja, maka produktivitas pekerja PT. Kebon Agung Pabrik Gula Trangkil diharapkan mampu menjadi lebih baik karena dengan adanya jaminan yang mengcover atau melindungi para pekerja akan berefek pada ketenangan mereka untuk bekerja dan juga lebih giat untuk bekerja.
Sesuai dengan kebijakan pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 3 tahun 1992, maka semua tenaga kerja harus diikutsertakan dalam program jaminan sosial tenaga kerja. Di dalam Undang-Undang Nomor 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja sudah dijelaskan bahwa setiap badan usaha yang mempekerjakan 10 (sepuluh) orang atau lebih atau membayar total upah Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah) per bulan, wajib mengikutsertakan pekerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja.
Program jaminan sosial tenaga kerja adalah perlindungan dasar bagi pekerja yang sifatnya saling membantu. Pekerja yang muda membantu yang tua, yang berupah besar membantu yang berupah kecil, dan yang sehat membantu yang sakit. Sampai saat ini, masih banyak perusahaan yang melaporkan upah tidak sebenarnya kepada jaminan sosial tenaga kerja. Kondisi ini sangat merugikan pekerja, karena jika terjadi sesuatu atas pekerja dan saat pembayaran klaim, jaminan sosial tenaga kerja hanya akan membayar dengan mengacu pada upah yang dilaporkan.
Pada hakekatnya program jaminan sosial tenaga kerja dimaksudkan untuk memberikan kepastian berlangsungnya arus penerimaan penghasilan keluarga sebagai pengganti sebagian atau seluruh penghasilan yang hilang. Disamping itu, program jaminan sosial tenaga kerja mempunyai beberapa aspek, yaitu :
a. Memberikan perlindungan dasar untuk memenuhi kebutuhan hidup minimal bagi tenaga kerja beserta keluarganya.
b. Merupakan penghargaan kepada tenaga kerja yang telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya kepada perusahaan tempatnya bekerja.
Masalah jaminan sosial tenaga kerja merupakan hal yang paling prinsipil bagi setiap tenaga kerja dan sekaligus merupakan beban yang harus dipikul oleh setiap pengusaha. Oleh karena itu, tidak mustahil timbul kerawanan-kerawanan pada perusahaan-perusahaan tertentu yang tidak melaksanakan ketentuan tersebut. Mengingat bahwa di setiap perusahaan memiliki pekerja tetap dan pekerja tidak tetap, maka dalam kenyataannya tidak setiap pekerja mendapatkan pelayanan jaminan sosial tenaga kerja.
Berdasarkan alasan-alasan yang telah disebutkan diatas yang menjadi dasar penulis untuk membahas permasalahan sebatas kemampuan daya pikir penulis, maka penulis memilih judul : ”PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA DI PT. KEBON AGUNG PABRIK GULA TRANGKIL PATI”

I.2 PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penulis mengemukakan permasalahan yaitu:
1. Bagaimanakah ketentuan pelaksanaan program jaminan sosial tenaga kerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992?
2. Bagaimanakah pelaksanaan program jaminan sosial tenaga kerja terhadap para pekerja di PT. Kebon Agung Pabrik Gula Trangkil, hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi dan upaya-upaya apa yang dilakukan oleh PT. Kebon Agung Pabrik Gula Trangkil dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut?

I.3 TUJUAN PENELITIAN
Suatu tulisan atau uraian pada dasarnya bermaksud untuk memberitahukan atau menjelaskan sesuatu kepada pembaca atau pendengarnya. Sedangkan sebuah penelitian dimaksudkan untuk membuat jelas suatu permasalahan dengan mengamati pokok permasalahan untuk dirumuskan guna mencapai solusi yang terbaik.
Adapun tujuan penelitian pelaksanaan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja terhadap para pekerja di PT. Kebon Agung Pabrik Gula Trangkil antara lain:
a. Untuk mengetahui ketentuan pelaksanaan program jaminan sosial tenaga berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja
b. Untuk mengetahui pelaksanaan program jaminan sosial tenaga kerja di PT. Kebon Agung Pabrik Gula Trangkil dan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam melaksanakan program jaminan sosial tenaga kerja serta untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

I.4 MANFAAT PENELITIAN
1. Kegunaan Praktis
Dengan diadakannya penelitian ini, maka diharapkan dapat menjadi suatu bahan informasi bagi perusahaan dalam rangka Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja yang berkaitan dengan perlindungan bagi tenaga kerja.
2. Kegunaan Teoritis
a. Diharapkan dapat mengerti dan memahami pelaksanaan program jaminan sosial tenaga kerja berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Diharapkan dapat menambah wawasan dan dapat memperkaya bahan-bahan pustaka yang berkaitan dengan Ilmu Hukum Administrasi Negara khususnya tentang ketenagakerjaan.

I.5 SISTEMATIKA PENULISAN
Dalam penulisan dan pembahasan skripsi ini, disusun secara sistematis yang terdiri dari 5 (lima) bab yang dilengkapi dengan sub-sub bab yaitu :

BAB I : PENDAHULUAN
Dalam Bab I ini disajikan tentang keadaan secara umum, yang terdiri dari : latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan skripsi yang merupakan gambaran singkat dari penulisan skripsi ini.
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Pada Bab II ini mengenai tinjauan pustaka, yang berisi kerangka teori yang akan digunakan dan dikembangkan dalam membahas hasil penelitian di dalam Bab IV. Kerangka teori yang dipergunakan adalah studi kepustakaan, berupa teori-teori dan peraturan yang mendasari tentang masalah yang dibahas.
BAB III : METODE PENELITIAN
Pada Bab III ini berisi metode penelitian yang dipergunakan dalam penyusunan skripsi ini, terdiri dari metode pendekatan, spesifikasi penelitian, metode populasi dan sampling, metode pengumpulan data, metode analisis data, metode penyajian data.
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini, disajikan mengenai hasil penelitian lapangan dan pembahasan yang menghubungkan data yang diperoleh dari hasil penelitian lapangan maupun studi pustaka mengenai pelaksanaan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja terhadap para pekerja di PT. Kebon Agung Pabrik Gula Trangkil, dengan tidak menyimpang dari pokok-pokok permasalahan, sistematika penyajian data dan pembahasan pokok-pokok permasalahan yang ada.
BAB V : PENUTUP
Pada Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran. Kesimpulan yang merupakan jawaban dari permasalahan yang ada yaitu kristalisasi dari hasil penelitian dan pembahasan, serta landasan untuk mengemukakan saran yang mungkin berguna bagi pihak-pihak yang terkait.
DAFTAR PUSTAKA
Dalam skripsi ini dilengkapi dengan daftar pustaka yang tediri dari berbagai bahan dan literatur, peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pokok permasalahan. Daftar pustaka ini akan membuat pembaca untuk mencocokkan data, keterangan dan kutipan yan ada dalam skripsi ini. Bagian akhir dari skripsi ini adalah lampiran-lampiran yang berisi surat ijin riset, dan lain sebagainya.

DOWNLOAD FILE KOMPLET : BAB1, BAB2, BAB3, BAB44LANJUTBAB5

cprn (30)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s