STUDI PERBANDINGAN DAYA DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR ANTARA PENGAPIAN STANDAR DENGAN PENGAPIAN MENGGUNAKAN BOOSTER PADA MESIN TOYOTA SERI 5K

Posted: March 16, 2011 in Teknik Mesin

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Motor bensin merupakan salah satu jenis motor pembakaran dalam (internal
combustion engine). Motor bensin sangat banyak digunakan karena mempunyai
beberapa keuntungan, diantaranya yaitu harganya yang relatif murah, mudah
dalam hal perawatan, dan mudah dalam memodifikasi mesin.
Pada motor bensin, tenaga yang dihasilkan merupakan hasil dari proses
pembakaran campuran bahan bakar dan udara. Proses pembakaran adalah proses
secara fisik yang terjadi di dalam silinder selama pembakaran terjadi (Wardan
Suyanto, 1989 : 252). Proses pembakaran dimulai pada saat busi memercikkan
bunga api hingga terjadi proses pembakaran. Syarat untuk terjadinya proses
pembakaran adalah adanya api untuk membakar, adanya udara, adanya bahan
bakar, dan adanya kompresi.
Pembakaran campuran bahan bakar dan udara diperoleh dari percikan bunga
api dari busi. Bunga api dihasilkan oleh suatu rangkaian listrik yang sering
disebut sistem pengapian. Sistem pengapian ini berfungsi untuk menaikkan
tegangan primer baterai (12 volt) menjadi tegangan sekunder yang tinggi dengan
besar tegangan 10.000 – 20.000 volt atau lebih, sehingga akan terjadi loncatan
bunga api pada elektrode busi.
Awalnya sistem pengapian motor bensin bermula dari sistem pengapian
konvensional. Sistem pengapian konvensional yang dimaksud yaitu menggunakan
kontak platina dan baterai sebagai sumber tegangannya. Tegangan baterai
umumnya sebesar 12 volt. Tegangan tinggi yang terjadi pada kumparan sekunder
dihasilkan dengan cara memutuskan dan menghubungkan arus listrik yang terjadi
pada kumparan primer koil pengapian secara mekanik. Komponen pengapian
konvensional antara lain platina (breaker point), cam (nok), dan kondensor. Salah
satu kelemahan dari sistem pengapian konvensional adalah terjadinya penurunan
tegangan sekunder. Namun seiring dengan perkembangan teknologi maka sistem
pengapian konvensional dikembangkan dan lebih disempurnakan lagi, contohnya
dengan digunakannya sistem pengapian semi transistor atau full transistor pada
kendaraan bermotor yang sekarang ada di pasaran.
Kendaraan diharapkan selalu dalam performa yang tinggi dan mesin yang
optimal. Kendaraan dengan mesin bensin mempunyai beberapa keuntungan, salah
satunya adalah mudah dalam memodifikasi mesin. Modifikasi mesin dilakukan
dengan tujuan untuk meningkatkan performa kendaraan. Modifikasi dapat
dilakukan pada beberapa bagian. Biasanya dilakukan dengan cara meningkatkan
perbandingan kompresi, perbaikan sistem bahan baker, dan perbaikan sistem
pengapian.
Perbaikan pada sistem pengapian ditujukan agar terjadi proses pembakaran
sempurna di dalam silinder. Proses pembakaran sempurna akan mempengaruhi
daya dan torsi mesin. Selain itu pembakaran sempurna juga akan mempengaruhi
emisi gas buang dan konsumsi bahan bakar.
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, maka banyak macam
komponen yang beredar di pasaran yang ditujukan untuk meningkatkan performa
mesin. Salah satu diantaranya adalah komponen untuk meningkatkan kinerja
sistem pengapian. Dengan menggunakan booster pengapian ada beberapa
keunggulannya yaitu: meningkatkan akselerasi kendaraan, menghemat pemakaian
bahan bakar, menekan kadar emisi gas buang, mengurangi terbentuknya endapan
karbon pada katup, memperpanjang usia pakai busi dan koil, menurunkan suhu
koil (mencegah overheat), dan mempermudah starting mesin
(www.bataviaonline.tripod.com, Desember 2004). Banyak yang menjanjikan
peningkatan performa kendaraan jika konsumen menggunakan produk tersebut
dan kemudahan dalam pemasangan juga merupakan salah satu keuntungannya.
Penggunaan booster pengapian merupakan salah satu jalan alternatif untuk
memodifikasi mesin yang ditujukan untuk meningkatkan performa kendaraan.
Booster pengapian bertujuan untuk mengurangi kelemahan dan kekurangan
sistem pengapian konvensional.
Dalam skripsi ini peneliti mengambil judul ”STUDI PERBANDINGAN
DAYA MESIN DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR ANTARA PENGAPIAN
STANDAR DENGAN PENGAPIAN MENGGUNAKAN BOOSTER PADA
MESIN TOYOTA SERI 5K”.

B. Permasalahan
Berdasarkan uraian tersebut di atas maka permasalahan yang timbul dari
penelitian tentang “STUDI PERBANDINGAN DAYA MESIN DAN 26
KONSUMSI BAHAN BAKAR ANTARA PENGAPIAN STANDAR DENGAN
PENGAPIAN MENGGUNAKAN BOOSTER PADA MESIN TOYOTA SERI
5K” adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana perbedaan daya mesin antara pengapian standar dengan pengapian
menggunakan booster pada mesin Toyota seri 5K.
2. Bagaimana perbedaan konsumsi bahan bakar antara pengapian standar dengan
pengapian menggunakan booster pada mesin Toyota seri 5K.

C. Penegasan Istilah
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan supaya terdapat kesatuan
pengertian ataupun salah penafsiran dari beberapa istilah yang terdapat dalam
skripsi dengan judul “STUDI PERBANDINGAN DAYA DAN KONSUMSI
BAHAN BAKAR ANTARA PENGAPIAN STANDAR DENGAN
PENGAPIAN MENGGUNAKAN BOOSTER PADA MESIN TOYOTA
SERI 5K”, maka diperlukan batas-batas istilah sebagai berikut :
1. Studi Perbandingan
Studi perbandingan/komparasi adalah penelitian yang sifatnya
membandingkan (Arikunto Suharsimi, 1992 : 9). Dalam penelitian ini
membandingkan daya dan konsumsi bahan bakar antara pengapian standar
dengan pengapian menggunakan booster pada mesin Toyota seri 5K.
2. Daya 27
Daya mesin adalah besarnya kerja yang dilakukan persatuan waktu
yang dinyatakan dalam kiloWatt atau HP (Lembaran publikasi Lemigas
nomor 2, 1999/2000 : 45).
Daya (engine output power) adalah rata-rata kerja yang dilakukan
dalam suatu waktu.
Pada penelitian ini, pengujian kemampuan mesin dengan menggunakan
hydraulic engine test bed, sehingga daya diperoleh dari perkalian antara debit
(Q) dengan tekanan (P).
3. Konsumsi Bahan Bakar
Konsumsi bahan bakar adalah jumlah bahan bakar yang
dikonsumsi/diperlukan mesin untuk diubah menjadi panas pembakaran dalam
jangka waktu tertentu.
4. Pengapian Standar
Pengapian standar yang dimaksud yaitu sistem pengapian standar
mesin Toyota seri 5K yang menggunakan kontak platina dan baterai sebagai
sumber tegangannya (pengapian baterai konvensional).
5. Booster
Booster adalah komponen tambahan yang digunakan untuk
memperbaiki kinerja sistem pengapian. Dalam penelitian ini digunakan
booster merk POWER.
6. Mesin Toyota seri 5K
Motor bensin dengan merk Toyota dengan kapasitas silinder 1500 cc,
berbahan bakar bensin (premium), jumlah silinder 4 buah segaris (inline), dan
nomor seri 5K.

D. Pembatasan Masalah
Berdasarkan uraian tersebut, dijelaskan bahwa antara motor bensin yang menggunakan pengapian standar dengan
pengapian yang menggunakan booster akan terdapat berbagai perbedaan pada unjuk kerja mesin. Dengan adanya
perbedaan tersebut, agar tidak terjadi kesalahpahaman maka perlu adanya penbatasan masalah. Penelitian ini memfokuskan
perbedaan daya dan konsumsi bahan bakar antara pengapian standar dengan pengapian yang menggunakan booster pada
mesin Toyota seri 5K.

E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui perbedaan daya antara pengapian standar dengan
pengapian menggunakan booster pada mesin Toyota seri 5K.
2. Untuk mengetahui perbedaan konsumsi bahan bakar antara pengapian standar
dengan pengapian menggunakan booster pada mesin Toyota seri 5K.

F. Manfaat Penelitian
Manfaat yang ingin dicapai dalam melakukan penelitian adalah :
1. Sebagai masukan bagi pemilik dan pengguna kendaraan tentang pengaruh
penggunaan booster pada pengapian standar terhadap daya dan konsumsi
bahan bakar pada mesin Toyota seri 5K.
2. Sebagai masukan bagi masyarakat luas terutama dunia otomotif tentang
pengaruh penggunaan booster pengapian sebagai salah satu langkah
alternatif dalam memodifikasi kendaraan.

G. Sistematika Skripsi
Untuk menunjang pemecahan masalah dalam penelitian ini, maka diperlukan
adanya sistematika skripsi sebagai berikut :
1. Bagian Depan, berisi :
Halaman Judul, Sari Karangan (Abstraksi), Halaman Pengesahan, Kata
Pengantar, Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, dan Daftar Lampiran.
2. Bagian Isi
Bagian isi terdiri dari lima bab, yaitu :
a. Bab I : Pendahuluan
Pendahuluan berisi tentang Latar Belakang Permasalahan, Permasalahan,
Penegasan Istilah, Pembatasan Istilah, Pembatasan Masalah, Tujuan
Penelitian, Manfaat Penelitian, dan Sistematika Skripsi.
b. Bab II : Landasan Teori
Sebagai telaah kepustakaan dan karangan acuan penelitian, dalam
landasan teori ini akan diuraikan teori dari Motor Bensin 4 tak, Sistem
Pengapian, Proses Pembakaran, Daya Mesin, Booster Pengapian, dan
Kerangka Berpikir.
c. Bab III : Metodologi Penelitian
Metodologi Penelitian membahas mengenai: Obyek dan subyek
penelitian, waktu dan tempat penelitian, desain penelitian, variabel
penelitian, metode pengumpulan data, dan metode analisis data.
d. Bab IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan
Hasil penelitian dan pembahasan berisi tentang deskripsi hasil penelitian
yang diperoleh di lapangan dan pembahasan dari hasil penelitian tersebut.
e. Bab V : Penutup
Dalam bagian penutup ini berisi tentang simpulan dari hasil penelitian
serta saran sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian yang telah
dilaksanakan.
3. Bagian Akhir Skripsi
Bagian akhir skripsi terdiri dari daftar pustaka dan daftar lampiran :
a. Daftar Pustaka, berisi daftar buku, majalah, dan sumber lainnya yang berkaitan dengan pembahasan dari
penelitian.
b. Lampiran, berisi tentang kelengkapan-kelengkapan skripsi.

 

DOWNLOAD FILE KOMPLET :    BAB1-5

nes (475)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s