Hubungan terapi pijat bayi terhadap penurunan demam pada bayi 1-5 bulan di tempat pemijatan bayi di Kelurahan Pandean Lamper Semarang

Posted: March 21, 2011 in Keperawatan (S1)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masa bayi adalah periode kehidupan yang sesungguhnya. Sekitar usia 2 bulan munculnya senyum dengan keinginan sendiri dan meningkatnya kontak mata menandai perubahan dalam hubungan orang tua dengan anak (Behrman, 1999). Pertumbuhan fisik, pendewasaan, pencapaian kemampuan dan reorganisasi psikologi pada bayi terjadi dengan cepat pada tahun pertama. Dalam perkembangannya di tahun pertama tidak selalu lancar, karena bayi masih rentan terhada berbagai penyakit.Salah satu gejala penyakit yag sering terjadi adalah demam.
Demam adalah pergerakan dan aktivitas sel – sel darah putih yang meningkat serta terjadimya perubahan bentuk lympocyt yang dapat membunuh bakteri maupun virus yang maasuk kedalam tubuh. Demam juga merupakan reaksi alamiah dari tubuh sebagai mekanis pertahanan tubuh terhadap infeksi, karena demam hanyalah suatu gejala. Pada bayi kurang 3 bulan gejala yang ditujukan dengan susah tidur, rewel, dan tidak mau menetek.Demam pada bayi atau anak balita merupakan kasus yang tidak dapat diabaikan karena dapat mengganggu tumbuh kembang bayi dan balita. (Wijaya, 2001).
Penelitian yang telah dilakukan Cleveland Clinic Amerika Serikat, bahwa anak normal usia < 1 tahun rata–rata mengalami infeksi 6 kali pertahun dengan gejala klinis khususnya demam (Widodo, 2006). Upaya pencegahan dan penurunan demam akibat adanya proses infeksi yaitu dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Menurut Soejatmiko terapi sentuhan berupa pijat bayi mampu merangsang fungsi sel-sel otak. Meningkatnya sistem kekebalan tubuh merupakan salah satu manfaat dari pijat bayi. (http://www. Tabloid Nova.Com. Diperoleh tanggal 26 desember 2006).
Pijat merupakan stimulasi pada bayi tidak bisa dipandang dengan sebelah mata. Menurut Soedjadmiko kebutuhan stimulasi meliputi rangsangan terus menerus dengan berbagai cara untuk merangsang semua sensorik dan motorik yang dapat membantu relaksasi. (http://www.Tabloid Nova. Com. Diperoleh tanggal 26 desember 2006).
Penelitian ilmiah mengenai pijat bayi belum banyak dilakukan namun dibeberapa Rumah Sakit di AS, Cina, Filipina, dan Hongkong, pijat bayi sudah dimasukan dalam sistem pelanyanan kesehatan bayi. Menurut Soejadmiko, pijat bayi dapat digolongkan sebagai aplikasi stimulasi sentuhan yang berupa kasih sayang, pehatian, suara, pandangan mata, gerakan dan pijatan ( http://www. Republika.Co.id. Diperoleh 26 desember 2006). Efek dari adanya rangsangan pada kulit berupa pijatan akan dihantarkan oleh ujung-ujung saraf di sekitar folikel rambut, kemudian melalui jaringan saraf yangada di tulang belakang akan disampaikan ke otak. Sehingga gelombang oksigen akan lebih banyak dikirim ke otak dan ke seluruh tubuh. Pengaruh positif atau manfaat pijat bayi antara lain mengembangkan sistem imun, membantu bayi berlatih relaksasi, membantu mengatasi gangguan tidur dan membantu meredakan ketidaknyamanan saat demam jelas Rini Sekartini, dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM. (http:// www. Tabloid Nova. Com. Diperoleh 26 desember 2006). Terapi sentuhan berupa pijatan dapat meningkatkan aktifitas neurotransmiter serotinin yaitu meningkatkan kapasitas sel reseptor yang mengikat hormon stress. Penurunan hormon stress ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Peneliltian terhadap penderita HIV yang dipijat selama 5 kali dalam seminggu selama 1 bulan menunjukan terjadinya peningkatan jumlah toksisitas sel pembuluh alami (natural killel cells). Hal tersebut dapat mengurangikemungkinan terjadinya infeksi sekkunder pada penderita AIDS (Roesli, 2001).
Dari hasil survei di tempat pemijatan bayi 80% ibu yang mempunyai bayi usia 1-5 bulan membawa ke dukun bayi karena mengalami demam.
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk meneliti tentang Hubungan terapi pijat bayi terhadap penurunan demam pada bayi 1-5 bulan di tempat pemijatan bayi di Kelurahan Pandean Lamper Semarang.

C. Rumusan Masalah
Adakah hubungan terapi pijat bayi terhadap penurunan demam pada bayi usia 1-5 bulan di tempat pemijatan bayi Kelurahan Pandean Lamper Semarang.

D. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Mengetahui hubungan terapi pijat bayi terhadap penurunan demam pada bayi usia 1-5 bulan di tempat pemijatan bayi Kelurahan Pandean Lamper Semarang.

2. Tujuan Khusus
a. Mendiskripsikan durasi lama pemijatan pada bayi yang dilakukan oleh therapis di tempat pemijatan bayi Kelurahan Pandean Lamper Semarang.
b. Membandingkan penurunan demam pada bayi usia 1-5 bulan sebelum dan sesudah dilakukan pijat bayi di tempat pemijatan bayi Kelurahan Pandean Lamper Semarang.
c. Menganalisis hubungan terapi pijat bayi terhadap penurunan demam di tempat pemijatan bayi Kelurahan Pandean Lamper Semarang.

E. Manfaat penelitian
1. Bagi Peneliti
Dapat mengetahui hubungan terapi pijat bayi terhadap penurunan demam pada bayi usia 1-5 bulan.
2. Bagi Profesi
Memberi masukan sebagai alternatif lain untuk munurunkan suhu tubuh.
3. Bagi Pendidikan
Menambah referensi bagi dunia pendidikan dan dapat digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan penelitian selanjutnya
4. Bagi Masyarakat
Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat pijat bayi.

=========================    DOWNLOAD  BAB1-5 =========================

Comments
  1. Hayan says:

    Pemijatan bayi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s