FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN JATUH / FALLS PADA LANSIA DI PANTI WREDHA PUCANG GADING SEMARANG

Posted: March 22, 2011 in Keperawatan (S1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Lansia adalah seseorang yang mencapai umur 60 tahun ke atas (Nugroho, 2000 dikutip dari Undang-Undang No. 13 Tahun 1998). Secara individu, pada usia diatas 55 tahun terjadi proses penuaan secara alamiah (Nugroho, 2000). Untuk mendukung stabilitas kesehatan pada lansia dapat diupayakan antara lain dengan nutrisi, olahraga, istirahat, lingkungan yang aman dan nyaman. Sehingga dari dukungan tersebut, diharapkan Umur Harapan Hidup lansia akan meningkat.

Pada tahun 2000 diperkirakan jumlah lanjut usia meningkat menjadi 9,99 % dari seluruh penduduk Indonesia (22.277.700 jiwa) dengan umur harapan hidup 65 – 67 tahun, dan pada tahun 2020 akan meningkat menjadi 11,09 % atau 29.120.000 jiwa lebih dengan umur harapan hidup mencapai 70 sampai 75 tahun (Nugroho, 2000). Jumlah lansia di Jawa Tengah hasil sensus penduduk mencapai 2.863.994 jiwa (BPS, 2000). Dari data yang peneliti dapat di Panti Wredha Pucang Gading Semarang pada bulan Januari 2007, dari 115 penghuni Panti sebanyak 30 lansia atau 43,47 % mengalami jatuh.

Memang tidak dapat dibantah, bila seseorang bertambah tua, kemampuan fisik dan mental hidupnya pun akan perlahan-lahan pasti menurun. Semua perubahan tersebut khususnya pada perubahan fisik misalnya perubahan pada sistem penglihatan, persarafan, dan muskuloskeletal. Dampak dari perubahan tersebut, lansia akan mengakibatkan aktifitas lansia menjadi menurun. Perubahan tersebut mengakibatkan kelambanan bergerak, langkah pendek-pendek, penurunan irama, kaki tidak dapat menapak dengan kuat dan cenderung gampang terpeleset atau tersandung sehingga lansia mudah terjatuh (Nugroho, 2000).

Jatuh dan kecelakaan pada lansia merupakan penyebab kecacatan yang utama (Gallo, Reuchell & Andersen, 1998). Jatuh secara singkat bisa diartikan sebagai “ a person coming to rest on the ground or another lower level “ atau dengan kata lain suatu kejadian yang dilaporkan penderita atau saksi mata, yang melibatkan suatu kejadian yang menyebabkan seseorang mendadak terbaring atau terduduk dilantai atau tempat yang lebih rendah dengan atau tanpa kehilangan kesadaran atau luka (Reuben, 1996). Menurut Probosuseno (2006), roboh (falls) merupakan suatu masalah yang sering terjadi pada lanjut usia.

Insiden jatuh di masyarakat Amerika Serikat pada umur lebih dari 65 tahun berkisar 1/3 populasi lansia setiap tahun, dengan rata-rata jatuh 0,6/orang (Reuben, 1996) Berdasarkan survei masyarakat Amerika Serikat, terdapat sekitar 30 % lansia berumur lebih dari 65 tahun jatuh setiap tahunnya. Separuh dari angka tersebut mengalami jatuh berulang (Tinetti, 1992). Angka kejadian jatuh pada fasilitas perawatan di Amerika Serikat berkisar 40 % dari penghuninya pernah jatuh (Leueckenotte, 2000 dikutip dari Teideksaar, 1998).

Kejadian jatuh pada lansia dapat dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik (Darmojo, 2004 dikutip dari Kane, 1994). Adapun faktor intrinsik antara lain sistem syaraf pusat, demensia, gangguan sistem sensorik, gangguan sistem kardiovaskuler, gangguan metabolisme, dan gangguan gaya berjalan. Sedangkan faktor ekstrinsik meliputi lingkungan, aktifitas, dan obat-obatan.

Salah satu dari faktor-faktor tersebut diatas, juga ditemukan pada lansia yang tinggal di Panti Wredha Pucang Gading. Hal tersebut dapat diketahui dari studi pendahuluan yang dilakukan peneliti, bahwa 10 lansia dari 50 lansia mengalami jatuh di kamar mandi. Menurut hasil penelitian Yulaikha (2006) bahwa 70,9 % lansia di Panti Wredha Pucang Gading memiliki sikap yang negatif terhadap pencegahan cedera, artinya ada kecerendungan dengan sikap yang negatif diikuti dengan praktik yang kurang baik.

Peningkatan jumlah lansia yang terjadi di Indonesia pada umumnya dan di Jawa Tengah pada khususnya menyebabkan berbagai masalah yang terjadi pada lansia itu sendiri. Jatuh merupakan masalah yang sering terjadi pada lansia. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik. Mengungkap fenomena mengapa lansia mudah jatuh yang dapat menyebabkan komplikasi dari patah tulang sampai terjadinya kematian. Sehingga untuk mencegah terjadinya jatuh dan komplikasi yang menyertainya, serta ditemukannya salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian jatuh pada lansia di Pucang Gading Semarang, maka penulis mengangkat penelitian dengan judul “.Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian jatuh/falls pada lansia di Panti Wredha Pucang Gading Semarang “.

B. Perumusan Masalah

Dari uraian latar belakang diatas, maka penulis merumuskan masalah penelitian yaitu tentang “ Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian jatuh/falls pada lansia di Panti Wredha di Pucang Gading Semarang “.

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian jatuh/falls pada lansia di Panti Wredha Pucang Gading Semarang

2. Tujuan Khusus

Adapun tujuan khususnya adalah agar dapat:

a. Mendiskripsikan kejadian jatuh pada lansia di Panti Wredha Pucang Gading Semarang

b. Mendiskripsikan gangguan gaya berjalan pada lansia di Panti Wredha Pucang Gading Semarang

c. Mendiskripsikan demensia pada lansia di Panti Wredha Pucang Gading Semarang.

d. Mendiskripsikan lingkungan pada lansia di Panti Wredha Pucang Gading Semarang.

e. Mendiskripsikan obat-obatan pada lansia di Panti Wredha Pucang Gading Semarang.

f. Mengetahui hubungan gangguan gaya berjalan dengan kejadian jatuh pada lansia di Panti Wredha Pucang Gading Semarang

g. Mengetahui hubungan demensia dengan kejadian jatuh pada lansia di Panti Wredha Pucang Gading Semarang

h. Mengetahui hubungan lingkungan dengan kejadian jatuh pada lansia di Panti Wredha Pucang Gading Semarang.

i. Mengetahui hubungan obat-obatan dengan kejadian jatuh pada lansia di Panti Wredha Pucang Gading Semarang.

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi Petugas Panti Wredha Pucang Gading Semarang

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan bagi petugas untuk menentukan strategi pencegahan jatuh pada lansia, sehingga kejadian jatuh dapat dikurangi seminimal mungkin.

2. Bagi Lansia

Dari hasil penelitian ini diharapkan lansia terhindar dari jatuh dan dapat meningkatkan status kesehatannya.

3. Bagi Peneliti

Dari hasil penelitian ini peneliti berharap dapat bermanfaat untuk memberikan saran, masukan, serta tambahan informasi bagi petugas maupun lansia dalam pemecahan masalah dan atau mencari solusi untuk menurunkan insidensi jatuh/falls.

E. Bidang Ilmu

Lingkup penelitian ini adalah penelitian bidang ilmu keperawatan dan kesehatan khususnya bidang keperawatan Gerontik dengan penekanan pada faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian jatuh pada lansia.

 

========================= DOWNLOAD  BAB1-5, DFR PSTK =========================

nes (188)


About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s