Kebiasaan Minum, Kebutuhan Cairan dan Kecenderungan Dehidrasi Siswi Sekolah Dasar

Posted: September 7, 2012 in Gizi (D3)

ABSTRAK

PARAMITA RACHMA.  Kebiasaan Minum, Kebutuhan Cairan dan
Kecenderungan Dehidrasi Siswi Sekolah Dasar. (Dibimbing oleh Dr. Ir. Dodik
Briawan, MCN).

Tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui  intake dan kebutuhan
cairan serta kecenderungan dehidrasi siswi sekolah  dasar. Adapun tujuan
khususnya antara lain : (1) Mengetahui kebiasaan minum siswi sekolah dasar,
(2)  Mengetahui  intake  cairan siswi sekolah dasar, (3) Mengetahui kebutuhan
cairan siswi sekolah dasar, (4) Mengetahui kecenderungan dehidrasi siswi
sekolah dasar, (5) Menganalisis hubungan persentase tingkat konsumsi cairan
dengan kecenderungan dehidrasi siswi sekolah dasar, (6) Menganalisis
hubungan  intake energi dengan persentase tingkat konsumsi cairan siswi
sekolah dasar.
Penelitian dilaksanakan menggunakan desain  cross sectional study.
Lokasi penelitian di Sekolah Dasar Polisi 4 Bogor. Penentuan lokasi penelitian
dilakukan secara purposive dengan pertimbangan sekolah memiliki jumlah siswi
yang banyak, lokasi sekolah yang strategis, berada di tengah kota serta mudah
dijangkaku oleh peneliti. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei-Juni 2009.
Contoh penelitian ini adalah siswi kelas 4 dan 5 SD Polisi 4 Bogor  yang memiliki
kriteria sehat (tidak sedang menderita penyakit diare, ginjal, demam (flu), demam
berdarah serta radang tenggorokan). Populasi contoh berjumlah 193 siswi.
Jumlah minimal contoh yang diambil dihitung menggunakan formula estimasi of
mean  (Lemeshow et al. 1997).
Jenis data yang dikumpulkan berupa data primer dan  data sekunder.
Data primer meliputi data karakteristik contoh (umur, BB, TB dan jumlah uang
saku untu pengeluaran pangan). Data karakteristik sosial ekonomi keluarga
contoh meliputi besar keluarga, pekerjaan ayah dan  pendidikan ayah. Data
sekunder meliputi pendidikan ayah dan pekerjaan ayah diperoleh dari database
yang terdapat di sekolah.
Data kebiasaan minum contoh diperoleh dari FFQ  (Food Frequency
Questionaire). Kebiasaan minum di sekolah diperoleh melalui wawancara
langsung dengan contoh. Data  intake cairan merupakan total  intake cairan dari
makanan dan minuman. Kecenderungan dehidrasi dilihat dari tanda-tanda
dehidrasi antara lain haus, lelah, kulit kering, mulut dan tenggorokan kering
(Asian Food Information Centre 2000).  Kebutuhan cairan contoh dihitung
dengan rumus Grant & DeHoog (1999) yang diacu dalam Mahan K. & Escott-
Stump (2004) serta berdasarkan rekomendasi dari  The National Research
Council (NRC) diacu dalam Sawka M et al. (2005). Hubungan antara  persentase
tingkat konsumsi cairan dengan kecenderungan dehidrasi dianalisis
menggunakan Uji Chi Square, hubungan antara intake energi dengan persentase
tingkat konsumsi cairan dianalisis menggunakan Uji Korelasi Pearson.
Berdasarkan hasil analisis deskriptif terhadap kebiasaan minum contoh
sehari-hari, diketahui sebesar 52,3% contoh memiliki kebiasaan minum air  putih
5-6 kali per hari. Sebesar 64,0% contoh memiliki kebiasaan minum susu non
kemasan setiap hari. Sebesar 62,8% contoh minum susu kemasan  1-3 kali per
minggu. Sebesar 53,5% contoh minum teh non kemasan  dan 55,8% contoh
minum teh kemasan sebanyak 1-3 kali per minggu.
Pada saat di sekolah, sebesar 36,0% contoh menyukai minum teh
kemasan. Lebih dari setengah (52,3% contoh) memperoleh informasi tentang
minuman kesukaan dari iklan di televisi. Sebesar 37,2% contoh minum minuman

kesukaan karena alasan rasanya yang enak. Sebesar 55,8% contoh memiliki
minuman larangan dan 44,2% contoh sisanya tidak memiliki minuman larangan.
Sebesar 37,5% contoh memiliki minuman larangan berupa es. Sebesar 55,4%
contoh minum sebanyak 3-4 kali saat berada di sekolah. Sebagian besar contoh
(76,7% contoh) memperoleh minuman dari kantin dan pedagang kaki lima yang
terdapat di sekitar lokasi sekolah. Sebesar 47,7% contoh minum air pada saat
haus. Sebesar 70,9% contoh minum setelah melakukan aktivitas olahraga.
Intake cairan berasal dari makanan dan minuman. Rata-rata intake cairan
dari makanan dan minuman sebesar 2024,4 ± 287,4 ml/hari.  Rata-rata  intake
cairan dari makanan adalah 426,6 ± 126 ml/hari. Rata-rata  intake cairan dari
minuman  adalah 1597,8 ± 243 ml/hari.
Intake cairan dari makanan yang terbesar berasal dari kelompok pangan
makanan pokok, sayur dan buah serta lauk hewani.  Intake cairan dari makanan
pokok sebesar 218 ± 48 ml/hari, sayur dan buah sebesar 111,6 ± 94 ml/hari serta
lauk nabati sebesar 76,7 ± 42 ml/hari.
Intake cairan dari minuman yang paling besar berasal dari air putih, susu
dan teh.  Intake cairan dari air putih sebesar 1128,8 ± 203 ml/hari.  Intake cairan
dari susu sebesar 251,9 ml/hari dan intake cairan dari teh sebesar 113,0 ± 169,5
ml/hari.
Rata-rata kebutuhan cairan contoh (umur 10-12 tahun) berdasarkan
Grant & DeHoog (1999) yang diacu dalam Mahan K. & Escott-Stump (2004)
adalah 1789,7 ± 158,1 ml. Rata-rata tingkat konsumsi cairannya adalah 113,8 ±
17,6%. Rata-rata kebutuhan cairan contoh (umur 10-12 tahun) berdasarkan The
National Research Council  (NRC) diacu dalam Sawka M  et al. (2005) adalah
1516,7 ± 125,3 ml. Rata-rata tingkat konsumsi cairannya adalah 132,8 ± 20,6%.
Berdasarkan tanda-tanda dehidrasi, sebesar 62,8% contoh mengalami
dehidrasi ringan dan 37,2% contoh tidak mengalami dehidrasi. Hasil Uji  Chi
square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan (p>0,05) antara
persentase tingkat konsumsi cairan dengan kecenderungan dehidrasi. Hasil
analisis bivariat dengan Uji Korelasi  Pearson menunjukkan terdapat hubungan
yang signifikan antara  intake energi dengan persentase tingkat konsumsi cairan
berdasarkan Grant & DeHoog (1999) yang diacu dalam  Mahan K. & Escott-
Stump (2004) (r=0,302 ; p<0,01). Hasil analisis bivariat dengan Uji Korelasi
Pearson menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara  intake  energi
dengan persentase tingkat konsumsi cairan berdasarkan The National Research
Council  (NRC) diacu dalam Sawka M  et al. (2005) (r=0,322 ; p<0,01). Hal ini
menunjukkan bahwa semakin tinggi  intake energi maka persentase tingkat
konsumsi cairan juga akan semakin besar.
selangkapnya klik disini

oleh:PARAMITA RACHMA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s